Medan, fajaraktual.com
30 Juni 2026 – Sambutan hangat yang diberikan Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) Kota Medan kepada rombongan Pemerintah Kota mendapat apresiasi tinggi dari Wali Kota Manado, Andrei Angouw, dalam agenda Malam Baku Dapa yang digelar di kediaman Ketua K3 Medan, Rolly Piay, Selasa (30/6/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antara Pemerintah Kota Manado dan masyarakat Kawanua di perantauan, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persaudaraan dan melestarikan nilai-nilai budaya Sulawesi Utara.
Rombongan Pemerintah Kota Manado disambut melalui prosesi adat Tari Kabasaran yang dilanjutkan dengan penampilan musik tradisional Kolintang. Penyambutan tersebut mencerminkan penghormatan kepada tamu sekaligus menjadi simbol bahwa budaya Kawanua tetap hidup dan lestari di tanah perantauan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua K3 Medan Rolly Piay, Dewan Penasihat K3 Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., S.Th., M.H., Ketua Forkala Datuq Adil Fredy Haberham, serta Sultan Deli ke-14, Tuanku Mahmud Aria Lamanjiji Perkasa Alam Shah.
Dalam sambutannya, Wali Kota Manado, Andrei Angouw, mengaku terkesan atas sambutan yang diberikan keluarga besar K3 Medan. Menurutnya, penyambutan tersebut tidak hanya menunjukkan penghormatan kepada tamu, tetapi juga menggambarkan kuatnya ikatan kekeluargaan masyarakat Kawanua di mana pun berada.
> “Atas nama Pemerintah Kota Manado, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada keluarga besar Kerukunan Keluarga Kawanua Kota Medan. Sambutan yang kami terima malam ini sungguh luar biasa. Tari Kabasaran dan alunan Kolintang menghadirkan suasana yang mengingatkan kami pada kampung halaman. Lebih dari itu, kami merasakan ketulusan dan kehangatan yang menjadi ciri masyarakat Kawanua.”
Andrei Angouw menilai K3 Medan telah menjadi contoh nyata bagaimana organisasi kemasyarakatan mampu menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat persatuan warga Sulawesi Utara di tanah perantauan.
> “Saya melihat K3 Medan bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga merawat rasa kekeluargaan. Kebersamaan yang kami rasakan malam ini menunjukkan bahwa semangat ‘Torang Samua Basudara’ tetap hidup dan menjadi kekuatan yang menyatukan masyarakat Kawanua. Pemerintah Kota Manado memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus dan anggota K3 Medan atas dedikasi mereka menjaga budaya, membangun persaudaraan, dan menjadi penghubung antara masyarakat perantauan dengan daerah asal.”
Ketua K3 Medan, Rolly Piay, menyampaikan bahwa Malam Baku Dapa merupakan wujud komitmen K3 untuk terus mempererat hubungan antara masyarakat Kawanua di perantauan dengan Pemerintah Kota Manado.
> “Merupakan sebuah kehormatan bagi kami menerima kunjungan Pemerintah Kota Manado. Pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi menjadi pengingat bahwa sejauh apa pun masyarakat Kawanua merantau, ikatan dengan tanah kelahiran dan semangat kebersamaan akan selalu terjaga.”
Malam Baku Dapa berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Pertemuan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Manado dan Kerukunan Keluarga Kawanua Kota Medan, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat Kawanua di berbagai daerah untuk terus menjaga persatuan, melestarikan budaya, dan menghidupi semangat “Torang Samua Basudara” dalam kehidupan bermasyarakat.
(Ivan)













