MINAHASA, FajarAktual.com
Rangkaian Safari Natal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa resmi dimulai, Senin (01/12), dengan Kecamatan Tombulu menjadi lokasi perdana dari agenda tahunan tersebut. Ibadah pembukaan yang dipusatkan di GMIM Petra Sawangan turut menghadirkan suasana hikmat, sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan pesan penting menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Rombongan dipimpin langsung oleh Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, SSi MAP, bersama Ketua TP-PKK Minahasa, Martina Dondokambey-Lengkong, SE. Ibadah dipimpin oleh Ketua BPMW Kembes, Pdt Jeffry Kalangi, MTh, dengan pembacaan Alkitab dari Matius 1:18–21 dan Yeremia 23:1–8.
Dalam sambutannya, Bupati RD menegaskan bahwa perayaan Natal harus dimaknai lebih dari sekadar kegiatan seremonial. Ia mengajak masyarakat menjadikan Natal sebagai kesempatan untuk memperbarui pengharapan dan mempererat persaudaraan, serta menghadirkan damai dalam kehidupan sehari-hari.
“Momentum Natal bukan hanya bentuk perayaan, tetapi ajakan untuk perubahan sikap hidup — menerapkan kerendahan hati, solidaritas, dan semangat saling berbagi,” ujar Bupati di hadapan jemaat.

Dalam rangka menyambut Natal Yesus Kristus, Bupati RD menyampaikan beberapa imbauan penting kepada masyarakat Minahasa:
Rayakan Natal dengan sederhana, tanpa berlebihan dalam konsumsi maupun belanja.
Utamakan makna iman dan kebersamaan keluarga, bukan aspek glamor perayaan.
Jaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan masing-masing.
Perkuat ketahanan pangan keluarga untuk mencegah potensi lonjakan harga.
Waspadai potensi bencana alam, mengingat tingginya curah hujan dan cuaca ekstrem di penghujung tahun.
“Yang tinggal di wilayah rawan bencana agar lebih berhati-hati dan terus berkomunikasi dengan pemerintah,” pesan Bupati.

Bupati RD juga menyampaikan ucapan selamat menyambut Natal dan Tahun Baru 1 Januari 2026, seraya berharap damai dan penyertaan Tuhan selalu menaungi masyarakat Minahasa.
Mengakhiri rangkaian ibadah, Pemkab Minahasa menyerahkan bantuan dan Diakonia Natal kepada warga kurang mampu serta keluarga terdampak stunting. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan kehadiran dan kepedulian nyata bagi masyarakat di momen Natal.
(Ivan)













