MANADO, FajarAktual.com
Sejumlah aktivis, ketua LSM, pegiat antikorupsi, dan pemerhati tata kelola pemerintahan di Sulawesi Utara menggelar pertemuan perdana sebagai langkah awal menjelang peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia pada 9 Desember mendatang. Pertemuan ini menjadi forum tatap muka untuk menyatukan pandangan serta merumuskan konsep kegiatan yang akan digelar secara kolaboratif.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat dan terbuka tersebut, para peserta menyepakati beberapa poin penting mengenai arah gerakan antikorupsi ke depan.
Pertama, setiap aktivis didorong untuk memiliki peran, karya, dan aksi masing-masing sesuai kapasitasnya. Gerakan antikorupsi, tegas para peserta, bukan soal paksaan atau instruksi, melainkan lahir dari panggilan nurani untuk menjaga bangsa dari praktik korupsi.
Kedua, kegiatan pada momentum 9 Desember nanti dipastikan bersifat damai, bermartabat, dan berfokus pada penyampaian pesan moral. Para pegiat menegaskan bahwa gerakan ini merupakan gerakan kebangsaan yang tidak ditujukan untuk menyerang pihak tertentu secara personal.
Ketiga, seluruh materi, data, dan isu yang akan dibawa ke ruang publik akan dipersiapkan secara sistematis, akurat, dan berbasis fakta, dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.
Selain itu, para peserta juga menekankan pentingnya aksi kolaboratif, mulai dari edukasi publik, diskusi kebijakan, penyampaian kritik konstruktif, hingga aksi simbolik di ruang publik sebagai seruan moral untuk memperkuat integritas.

“Kita bergerak bukan untuk mencari panggung, tetapi untuk memperkuat integritas. Korupsi adalah musuh bersama, dan integritas adalah kewajiban setiap warga,” tegas Rolly Wenas, Ketua LSM INAKOR Sulawesi Utara yang memimpin jalannya pertemuan, Senin (1/12/2025).
Pertemuan perdana ini dinilai sebagai langkah awal yang positif. Para peserta berharap momentum Hari Anti Korupsi Sedunia tahun ini menjadi momen bagi semakin kuat dan elegannya suara publik dalam menyerukan perubahan.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua PAMI-P Sulut Jonathan Mogonta; praktisi hukum dan aktivis perlindungan konsumen Eka Dicky S. Mantik; Ketua SCW Sulut Stenny Palantung; Ketua PJS Sulut Butje Lengkong bersama Sekretaris PJS Steven Pandeirot; Wakil Ketua KIN RI Maikel Pusung; serta sejumlah aktivis lainnya.
(Ivan)













