*Mutasi Kilat Kapus Manufui Diduga Buntut Tolak Setoran Ormas Beta Timor*
Fajar Aktual Kefamenanu, 26 Mei 2026
Praktik dugaan kesewenang-wenangan dan aksi premanisme birokrasi kembali mencoreng pelayanan publik di Kabupaten Timor Tengah Utara. Plt. Kepala Puskesmas Manufui, Adrianus Yosef Makuntuan, http://S.KM, diduga dicopot dari jabatannya dan dimutasi menjadi staf biasa hanya karena menolak memberikan uang yang diminta Ormas Beta Timur Biboki Selatan, organisasi yang berafiliasi dengan Bupati TTU.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat sejumlah oknum membawa nama Ormas Beta Timur Biboki Selatan mendatangi Puskesmas Manufui. Mereka menyodorkan formulir dan meminta uang Rp3 juta sebagai “sumbangan wajib”.
Kapus Manufui, Adrianus, menjelaskan bahwa kondisi keuangan pribadi maupun kas operasional Puskesmas saat itu kosong. Ia meminta waktu menunggu hingga dana tersedia dan menegaskan tidak bisa menyerahkan uang secara instan. Penjelasan serupa juga disampaikan KTU Puskesmas Manufui.
Selang seminggu, pengurus Ormas Beta Timor bentukan Bupati Falen kembali datang membawa proposal sebagai pengganti formulir partisipasi dana pembangunan Sekretariat/Lopo Ormas Beta Timor. Proposal itu juga belum disetor karena alasan ketiadaan anggaran.
Dua hari setelah penolakan tersebut, Adrianus menerima surat tugas baru. Jabatan Plt. Kapus Manufui dicopot dan ia dimutasi menjadi Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan (Kasi Kesling) di Puskesmas Tasinifu. Mutasi kilat itu diduga kuat merupakan hukuman karena mengabaikan permintaan ormas bentukan penguasa.
Hingga berita ini diturunkan, Adrianus memilih bungkam dan menolak dikonfirmasi awak media. Sikapnya memicu dugaan bahwa korban berada di bawah tekanan dan intimidasi pihak penguasa daerah.
Kasus ini memicu sorotan tajam. Fasilitas kesehatan masyarakat yang seharusnya steril dari politik praktis dan pungutan liar kini diduga dijadikan “sapi perah” oleh oknum ormas dengan tameng kekuasaan kepala daerah. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum dan otoritas pengawas birokrasi segera mengusut tuntas mutasi sewenang-wenang yang beraroma pemerasan ini.
Ana Funan













