*Pastor Paroki Kefamenanu Desak Stop Sebar Video Amuk Massa dan Serahkan Kasus ke Polisi*
Fakar Aktual 26 Mei 2026
Kefamenanu – Pastor Paroki St. Theresia Kefamenanu, Romo Kanisius Oki, Pr., angkat bicara menanggapi insiden main hakim sendiri yang menimpa tiga warga pencari madu hutan di Desa Fafinesu B, Kecamatan Insana Fafinesu, Kabupaten Timor Tengah Utara. Ketiga korban dianiaya dan diseret massa oleh Kepala Desa Fatuhao, Agustinus Naibesi, setelah dicurigai sebagai pencuri tanpa bukti jelas. Saat ini mereka dirawat intensif di RSUD Kefamenanu dengan luka serius. Video kejadian tersebut viral dan memicu kecaman luas.
Melalui pernyataan resmi, Romo Kanisius Oki menyampaikan tiga desakan utama untuk meredam situasi:
*Pertama, Stop membagikan video kekerasan.*
“Hentikan penyebaran video amuk massa tersebut demi menjaga ketenangan psikologis masyarakat dan stabilitas keamanan wilayah”, tegas Romo Kanisius, Selasa (26/5) pagi.
*Kedua, Larangan Keras Main Hakim Sendiri.*
Beliau mengingatkan tindakan sepihak yang anarkis bertentangan dengan nilai keimanan. “Masyarakat diminta menahan diri, mengendalikan emosi, dan tidak memperkeruh suasana”, pintanya.
*Ketiga, Percayakan penuh pada Hukum dan Kepolisian.*
“Umat diminta proaktif bekerja sama dengan aparat penegak hukum. Jika ada kecurigaan tindak kriminal, hal tersebut sepenuhnya harus diserahkan kepada pihak Polres TTU selaku pihak yang berwenang, bukan diselesaikan secara jalanan”, tandas Romo Kanisius.
Menurutnya, langkah itu penting demi menjaga kenyamanan, ketenangan, dan kedamaian hidup bersama. “Mari kita percayakan dan serahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian,” pungkas Romo Kanisius Oki, Pr.
Hingga saat ini Polres TTU telah mengevakuasi korban pada malam kejadian dan menyiagakan personel di lokasi untuk mencegah aksi saling balas antar-keluarga dan warga desa tetangga. Tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat terus bersinergi menyerukan perdamaian agar wilayah TTU kembali kondusif pasca-insiden tersebut.
Ana Funan













