Bitung,Fajaraktual.com
30 Oktober 2025 — Seorang warga Kota Bitung menyampaikan kekecewaannya terhadap pelayanan yang diberikan oleh gerai Momoyo Girian. Keluhan ini muncul setelah terjadi perbedaan pemahaman antara pihak pelanggan dan karyawan terkait penukaran promo Momoyo lewat TikTok.

Menurut keterangan warga, dalam satu rumah terdapat empat keluarga yang masing-masing melakukan pemesanan promo Momoyo melalui TikTok. Namun, ketika mereka mencoba menukar barcode promo di gerai Momoyo Girian, terjadi penolakan karena dianggap melanggar aturan pelayanan.
“Awalnya kami ingin mempermudah proses penukaran, jadi kami sepakat satu orang saja yang pergi ke tempat Momoyo untuk menukar barcode empat pesanan kami. Tapi tiba-tiba saya mendapat telepon dari pihak Momoyo yang mengatakan bahwa tidak bisa satu orang mengambil empat pesanan sekaligus,” ungkap warga yang kecewa saat ditemui di Girian.
Merasa tidak puas dengan penjelasan melalui telepon, warga tersebut langsung mendatangi gerai Momoyo Girian untuk meminta klarifikasi. Di lokasi, ia menanyakan alasan di balik larangan penukaran barcode secara kolektif.
> “Saya tanya apa masalahnya sampai tidak bisa diwakilkan. Karyawan menjawab bahwa setiap promo TikTok hanya bisa dilayani satu kali per orang atau per shift. Saya bilang ini tidak masuk akal, karena kami semua sudah melakukan pemesanan secara sah dan masing-masing memiliki barcode berbeda,” jelasnya.
Namun pihak karyawan bersikeras bahwa kebijakan tersebut sudah sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) dari Momoyo pusat.
> “Kata mereka, itu memang aturan Momoyo: satu promo satu orang, tidak bisa diwakilkan,” tambah warga tersebut dengan nada kecewa.
Warga Bitung berharap pihak manajemen Momoyo pusat dapat memberikan klarifikasi resmi dan memperbaiki sistem pelayanan agar tidak merugikan pelanggan. Menurutnya, promo yang dilakukan lewat media sosial seharusnya memudahkan konsumen, bukan justru menimbulkan kebingungan dan kekecewaan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Momoyo Girian Bitung belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan warga tersebut.
(Red)













