SAUMLAKI,Fajaraktual.com
Rencana agenda groundbreaking proyek strategis nasional Blok Masela yang dijadwalkan pada Maret mendatang terancam mendapat aksi penolakan keras. Tiga elemen Kepemudaan yan terdiri dari KNPI, LSM Aliansi Tanimbar Raya (ALTAR) dan Forum Cinta Bumi Tanimbar (FCBT) di Kepulauan Tanimbar menyatakan sikap tegas akan melakukan aksi boikot Groundbreking, setelah ada Upaya mediasi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah melalui Kesbangpol berakhir menemui jalan buntu (deadlock).
*Inpex Dianggap Tidak Kooperatif*
Juru Bicara dari tiga elemen kepemudaan tersebut mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap sikap Inpex Masela Ltd. Mereka menilai pihak Inpex sengaja menutup ruang komunikasi langsung dan justru “bersembunyi” di balik Pemerintah Daerah.
“Kami merasa ruang komunikasi dengan Inpex terlalu berbelit. Mereka tidak kooperatif dan justru menggunakan tangan Pemda sebagai pemadam kebakaran. Inpex seolah-olah memegang remote kontrol, sementara Pemda instrunen atau alat untuk meredam sikap kritis pemuda dan rakyatnya sendiri,” ujar sang Juru Bicara dalam pernyataan resminya.
Aroma Ancaman dan Tudingan
Suasana semakin memanas setelah pihak pemuda mengaku menerima nada ancaman dalam proses mediasi tersebut lewat via tlp seluler, muncul peringatan bahwa jika kelompok pemuda tidak mengindahkan arahan pemerintah, mereka akan menanggung konsekuensinya.
“Ini penghinaan terhadap peran pemuda di Tanimbar. Kami dianggap sebelah mata, bahkan dituduh Bukan bukan. Kami tegaskan, ini bukan soal kepentingan pribadi, tapi soal komitmen nyata Inpex terhadap partisipasi masyarakat lokal, khususnya pemuda, yang harus ditempatkan pada porsi pembangunan yang tepat, bukan sekadar pelengkap atau pajangan,” tegasnya.
Siap Hadapi Konsekuensi dan “Cawe-cawe”
Menanggapi tekanan tersebut, tiga komunitas kepemudaan ini menyatakan telah siap dengan segala risiko, termasuk jika ada upaya sistematis untuk membenturkan sesama anak muda Tanimbar di lapangan.
“Kami sudah siap dengan segala konsekuensi. Jika ada pihak yang mencoba membenturkan kami sesama anak daerah, kami tidak akan mundur. Catat ini: Kami akan membuka semua fakta ‘cawe-cawe’ dan realitas lapangan yang sebenarnya saat groundbreaking berlangsung nanti,” tambahnya.
Sebagai langkah formal, kelompok ini juga berencana mengirimkan surat resmi kepada Menteri terkait, yang dilampiri dengan bukti-bukti fakta lapangan agar pemerintah pusat mengetahui kondisi objektif di daerah.
Perjuangan untuk Keberlanjutan, Bukan Mendapatkan CSR atau Bantuan lainnya*
Di akhir pernyataannya, Juru Bicara menekankan bahwa tuntutan mereka bukan soal bantuan jangka pendek atau CSR semata, melainkan kepastian peran pemuda dalam jangka panjang demi keberlanjutan hidup di Tanimbar.
“Bagi mereka yang ingin nyaman dan memilih berpihak di sana, silakan berikan dukungan dan hadang kami. Namun perlu diingat, api perjuangan ini akan terus kami kobarkan sampai ada kepastian nyata. Kami ingin keterlibatan yang substansial dalam pembangunan, bukan sekadar pemberian bantuan sesaat demi meredam gejolak. Biar tidak ada dusta di antara kita,” tutupnya dengan nada keras. (*)













