SPBU Tombatu Klarifikasi Insiden, Tegaskan Komitmen Layani Masyarakat
Tombatu, Fajaraktual.com
Peristiwa dugaan penganiayaan di SPBU Tombatu, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Rabu (1/10/2025), yang melibatkan Jheki Thongkotow dan RK, sempat menghebohkan publik. Video yang beredar luas di media sosial membuat kejadian ini ramai dikaitkan dengan persoalan antrean BBM subsidi.
Menanggapi hal tersebut, pihak SPBU Tombatu memberikan klarifikasi. Manager SPBU, Jemy Olar, menegaskan bahwa insiden tersebut bukan terjadi saat proses pengisian solar, melainkan dipicu oleh situasi antrean yang bercampur dengan persoalan pribadi lama antara korban dan pelaku.
“Memang malam itu mereka berkelahi, tapi bukan ketika sedang isi solar. Posisi korban antre dari depan, pelaku dari dalam. Mereka bertemu di nosel, sempat adu mulut, lalu berkelahi. Selain soal antrean, mereka juga sudah ada masalah lama sebelumnya,” jelas Jemy melalui sambungan WhatsApp. Kamis (02/10/2025)
Ia menambahkan, pihak SPBU tetap berupaya memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat, termasuk dalam pengaturan antrean. “Kami tetap berkomitmen melayani masyarakat dengan baik. Peristiwa ini murni persoalan pribadi antarindividu, bukan soal pelayanan atau pengisian BBM di SPBU,” tegasnya.
Dengan klarifikasi ini, pihak SPBU berharap masyarakat tidak terprovokasi oleh isu yang berkembang. Sementara itu, proses hukum atas insiden tersebut diserahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian.
Hingga kini, Polres Mitra masih belum mengeluarkan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus ini. Publik pun berharap agar aparat segera bertindak cepat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
(Ivan)













