*GEDUNG DEWAN BERDUKA: RAKYAT TTU KIBARKAN “RIP” UNTUK WAKIL TAK TERHORMAT*
Fajar Aktual Sabtu 27 Juni 2026
Kefamenanu – Poster “+RIP+” ukuran besar yang dilakban hitam di pagar gedung DPRD Timor Tengah Utara, Jumat (26/6), jadi simbol kemarahan rakyat TTU. Poster itu menagih tindakan tegas pimpinan dewan atas dugaan intimidasi yang dilakukan tiga anggota DPRD TTU terhadap tenaga kesehatan di IGD RS Leona, 14 Juni 2026.
“BAKAP IBU DEWAN YANG TERHORMAT, DARI GEDUNG RAKYAT INI, KAMI RAKYAT MENAGIH TINDAKAN TEGAS ATAS 3 ANGGOTA DPRD YANG BERSIKAP TIDAK TERHORMAT MENGINTIMIDASI ‘NAKES’ YANG MENJALANKAN TUGAS PELAYANAN KESEHATAN DAN KEMANUSIAAN,” demikian bunyi poster yang dipasang warga.
Tuntutan itu dipertegas dengan seruan “## HUKUM ANGGOTA DPRD TTU YANG BERSIKAP DAN BERTINDAK TIDAK TERHORMAT!!!” diakhiri tagar *_ SAVE NAKES TTU yang kini viral di media sosial warga Kefamenanu.
Kasus ini bermula saat dr Icha Pakaenonin menangani pasien gigitan ular di IGD RS Leona, 14 Juni 2026. Ia mengaku mendapat tekanan dari tiga orang yang menyebut diri anggota DPRD TTU. Dua di antaranya diduga masuk IGD dalam kondisi bau alkohol. Insiden itu membuat dr Icha harus dirawat tujuh hari di RS Leona.
Pada 22 Juni 2026, didampingi ayahnya Gabriel Pakaenoni, dr Icha resmi melapor ke Kadinkes TTU. Sehari setelahnya, 23 Juni 2026, laporan tertulis diserahkan ke Dinkes TTU, IDI Cabang TTU, dan Badan Kehormatan DPRD TTU. IDI TTU menegaskan tenaga kesehatan harus bebas dari segala bentuk intervensi saat bertugas menyelamatkan nyawa.
Aksi “RIP” di gedung dewan jadi puncak kekecewaan publik. Warga menilai lambannya respons DPRD TTU mencederai marwah lembaga wakil rakyat. “Kalau nakes diintimidasi saat nolong orang, siapa yang mau jaga kita kalau sakit?” teriak salah satu warga yang ikut memasang poster.
Hingga berita ini diturunkan, Ketua DPRD TTU belum mengeluarkan pernyataan resmi. Sementara itu, solidaritas _* SAVE NAKES TTU terus menggema. Sejumlah elemen masyarakat berencana menggelar aksi lanjutan jika dalam 3×24 jam tidak ada kejelasan sanksi dari Badan Kehormatan.
Kasus ini jadi ujian: apakah gedung rakyat benar-benar membela rakyat, atau melindungi anggotanya yang bertindak tak terhormat.
Ana Funan













