*Perempuan Bijak di Era Globalisasi*
Fajar Aktual Kefamenanu, 16/2/2026
Brigitta Abi, seorang perempuan yang luar biasa, telah membuktikan bahwa perempuan dapat berperan dalam berbagai bidang. Sebagai ketua RT 12 RW V Kelurahan Kefamenanu Utara, guru PAUD, aktivis gereja, dan ibu rumah tangga, Brigitta telah menunjukkan bahwa perempuan dapat menyeimbangkan berbagai peran dengan baik.

Dalam sebuah bincang bincang dengan media, Brigitta berbagi pengalamannya sebagai ketua RT. Sebagai ketua RT, saya berperan dalam memimpin masyarakat setempat dan memastikan kebutuhan warga terpenuhi. Saya juga berusaha meningkatkan kualitas hidup warga dengan berbagai program dan strategi yang saya gunakan adalah selalu dekat dengan masyarakat dalam suasana suka duka, selalu melihat dan mendengar langsung keluhan warga,” ujarnya.
Brigitta juga berbagi tips tentang bagaimana ia bisa menyeimbangkan peran sebagai ketua RT dengan peran sebagai ibu dan guru PAUD. “Itu tidak mudah, tetapi saya berusaha untuk mengatur waktu dan prioritas. Berusaha untuk tidak menunda pekerjaan. Harus tuntas tepat waktu karena waktu yang berikut itu ada pekerjaannya sendiri,” katanya.
Namun, Brigitta juga menyadari bahwa perempuan di Era globalisasi masih menghadapi berbagai tantangan, seperti diskriminasi dan kekerasan. “Dijaman globalisasi ini, saya merasakan adanya berbagai tantangan terhadap perempuan, seperti diskriminasi dan kekerasan yang masih dialami oleh banyak perempuan. Beban kerja yang berat dan kurangnya akses ke sumber daya ekonomi,” ujarnya.

Untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut, Brigitta menawarkan beberapa solusi. “Berusaha meningkatkan akses pendidikan dan pelatihan untuk perempuan, serta membuktikan bahwa perempuan dapat berperan dalam berbagai bidang, mendorong kesetaraan ekonomi dan kesempatan kerja bagi perempuan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran perempuan,” katanya.
Brigitta juga memiliki pesan untuk perempuan di Indonesia. “Saya ingin mengatakan bahwa perempuan memiliki potensi yang luar biasa dan dapat berperan dalam berbagai bidang. Jangan takut untuk bermimpi dan berusaha. Kita adalah perempuan, kita adalah kuat, dan kita adalah masa depan, ujarnya dengan penuh semangat.
Reporter Yohanes Tafaib













