*MISA SYUKUR 15 TAHUN IMAMAT ROMO YUNUS BOUK, Pr. – “Tuhan, Engkau Menenun Aku”*
*FAJAR http://AKTUAL.com – Noemuti-Oemeu, TTU**Rabu, 28 Oktober 2026 | 19.02 WITA
*Noemuti-Oemeu, http://FajarAktual.com -* Benang-benang syukur ditenun menjadi sukacita besar. Misa Syukur 15 Tahun Imamat Romo Yunus Bouk, Pr. (28 Oktober 2011 – 28 Oktober 2026) dirayakan secara meriah dan penuh haru pada Rabu malam di Kapela St. Petrus Oemeu, Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara.
Moto imamat yang dipilih Romo Yunus begitu menyentuh dan personal: *”Tuhan, Engkau Menenun Aku”*. Sebuah pengakuan iman yang diambil dari Mazmur, bahwa imamatnya bukan hasil tenunan tangannya sendiri, melainkan karya halus, sabar dan setia dari tangan Tuhan sendiri.
Homili singkat yang dibawakan oleh Pastor Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Noemuti menjadi puncak permenungan yang memukau umat. Dengan gaya khasnya yang lugas dan diselingi nada lucu, Romo Agus menegaskan:
“Umat adalah benang. Kalau tidak ada benang, tidak ada tenunan. Perjalanan imamat Romo Yunus selama satu setengah dekade ini ditenun bersama benang-benang umat yang setia.”
Istilah “satu setengah dekade” yang diucapkan Romo Agus mengundang tawa hangat umat, namun sarat makna mendalam. Lima belas tahun bukan waktu yang singkat. Ada suka dan duka, ada peluh pastoral di medan pelayanan yang tidak mudah.
Dalam homili yang sama, Romo Agus juga mengungkap harapan besar yang selama ini dirajut bersama umat di Oemeu. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar dari Malaka dan para donatur pembangunan Kapela St. Petrus Oemeu yang turut hadir malam itu. Ia berharap semoga pada tahun 2029 pembangunan kapela sudah selesai, sehingga dapat ditingkatkan statusnya menjadi Paroki. Sebuah kado terindah yang disiapkan untuk menyongsong Pesta Perak 25 Tahun Imamat Romo Yunus Bouk, Pr.
Misa syukur ini dihadiri oleh konselebran Rm. Gabriel Bouk, Pr., Rm. Vincen Manek, Pr. dari Theresia Kefamenanu, Romo Yaner Uskenat, Pr., para biarawan-biarawati, pengurus organisasi-organisasi gerejani, Paguyuban Maria Lourdes, OMK, keluarga besar dari Malaka, para donatur Kapela St. Petrus Oemeu, dan seluruh umat Noemuti-Oemeu.
Fakta imamat yang menggugah lainnya, angkatan tahbisan Romo Yunus Bouk berjumlah 12 orang dan 1 orang telah almarhum. Jumlah ini persis seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, pada awalnya Yesus memilih 12 Rasul untuk menjadi dasar Gereja. 12 orang yang dipanggil, diutus, dan ditenun untuk menjadi penjala manusia. Kini satu telah kembali ke pangkuan Bapa, dan 11 lainnya masih setia merajut karya pelayanan di ladang Tuhan di Keuskupan Atambua dan sekitarnya.
Di akhir perayaan, Romo Yunus Bouk, Pr. dengan nada bahagia dan penuh sukacita menyampaikan terima kasih kepada semua benang-benang kehidupan yang telah Tuhan pakai untuk menenun panggilannya: orang tua, keluarga, formator, rekan angkatan, dan umat yang tidak pernah lelah mendukung.
Perayaan ditutup dengan ramah tamah dan syukur bersama di Oemeu, menjadi tanda bahwa tenunan kasih Tuhan belum selesai. Masih akan terus ditenun hingga Pesta Perak dan seterusnya.
_(@anafunan)_













