Kursus Dasar Kitab Suci di Paroki Spiritu Santo Misir Maumere Diikuti 40 Pencinta Kitab Suci
Maumere. FajarAktual. Com
Paroki Spiritu Santo Misir Keuskupan Maumere menggelar kegiatan Kursus Dasar Kitab Suci pada Selasa, 26 Mei 2026.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Komisi Kerasulan Kitab Suci, RP. Ito Dhogo, SVD, dan diikuti oleh sekitar 40 peserta yang merupakan para pencinta Kitab Suci dari utusan lingkungan, biara, serta organisasi rohani yang ada di Paroki Misir.
Dalam pemaparannya, RP. Ito Dhogo, SVD memberikan gambaran umum tentang panorama Kitab Suci, mulai dari latar belakang, proses terbentuknya Kitab Suci, hingga pentingnya memahami Sabda Allah secara benar dalam kehidupan umat beriman.
Ia menegaskan bahwa Kitab Suci bukan sekadar buku biasa, melainkan surat cinta Allah kepada manusia yang harus dibaca, direnungkan, dan dipahami dengan baik.
“Saya mengajak seluruh peserta untuk memiliki Kitab Suci pribadi dan membiasakan diri membaca Sabda Tuhan setiap hari, ” tandasnya.
Suasana kursus berlangsung aktif dan penuh antusias. Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta menanyakan tentang bagaimana cara menafsirkan Kitab Suci dengan baik dan benar.
Menanggapi pertanyaan tersebut, RP. Ito menjelaskan pentingnya memahami konteks, latar belakang, serta pendampingan Gereja dalam membaca Kitab Suci.
Beliau juga mengharapkan agar di Paroki Misir dapat diadakan kursus lanjutan serta pembentukan kelompok-kelompok Kitab Suci sehingga umat semakin mampu memahami Sabda Allah secara mendalam.
Pada akhir kegiatan, Ketua Seksi Kitab Suci Paroki Misir, Bapak Albertus Muda, menegaskan bahwa salah satu tindak lanjut dari kegiatan ini adalah rencana pembentukan kelompok Kitab Suci di Paroki Misir.
Selain itu, kursus lanjutan Kitab Suci juga akan diprogramkan pada masa mendatang sebagai upaya membangun kecintaan umat terhadap Sabda Tuhan dan memperdalam iman melalui Kitab Suci.
Sementara Pastor Paroki Spiritu Santo Misir RD Deodatus Duu mengapresiasi kerja keras seksi dan memberikan apresiasi pula atas keterlibatan utusan umat dari lingkungan, KBG dan urusan Biara serta Organisasi Rohani.
“Semoga inspirasi yang diperoleh dalam kursus ini menjiwai hidup dan panggilan kita sebagai pelayan yang semakin memberi diri, membagi diri dan mengorbankan bagi kemuliaan Tuhan dan keselamatan sesama umat yang dilayani, ” pungkasnya.
Redaksi : Yuven Fernandez













