*KKBM Kupang Minta Gubernur NTT Jemput Jenazah Dokter Asal Maumere Korban KKB Papua Pakai Helikopter*
Fajar Aktual 11 September 2026
KUPANG — Ketua Ormas Komunitas Kita Bersaudara Maumere (KKBM) Kupang, Agustinus Bajo, ST, meminta perhatian dan dukungan Gubernur NTT Melki Laka Lena untuk memulangkan jenazah drh. Alfonsius Albinus Mehan melalui jalur udara dari Labuan Bajo ke Maumere menggunakan helikopter atau pesawat khusus milik Polda NTT.
Permintaan itu disampaikan setelah KKBM Kupang menerima informasi dari Diaspora Maumere di Wamena. Jenazah drh. Alfonsius dijadwalkan diterbangkan dari Bandara Wamena pada Jumat, 11 September 2026 pukul 11.05 WIT menuju Jayapura dan bermalam di Makassar. Penerbangan dilanjutkan Sabtu, 12 September 2026 rute Makassar – Denpasar – Labuan Bajo dan diperkirakan tiba di Bandara Komodo pukul 15.00 WITA.
Semula jenazah dr. Alfonsius direncanakan diterbangkan bersama jenazah Willi Mbuik dari Wamena – Jayapura – Makassar menuju Bandara El Tari Kupang. Namun karena tidak cocok dengan slot penerbangan lanjutan ke Maumere dengan NAM Air dan ukuran peti tidak dapat diterbangkan Wings Air, keluarga memilih rute via Denpasar ke Labuan Bajo. Dari Labuan Bajo, jenazah rencananya dijemput keluarga lewat jalur darat ke Maumere dengan waktu tempuh hampir 24 jam.
“Jaraknya jauh dan sangat melelahkan. Kami minta Bapak Gubernur berkenan memfasilitasi pemulangan via udara dari Labuan Bajo ke Maumere,” ujar Agus Bajo, Jumat 11 September 2026.
drh. Alfonsius Albinus Mehan merupakan dokter hewan Dinas Pertanian asal Koting, Kabupaten Sikka. Ia bersama Willi Mbuik, CPNS Dinas Pertanian asal Rote Ndao, dan Aprida Rapi, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya asal Toraja, menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan pada Rabu, 9 September 2026.
Agus mengecam tindakan brutal tersebut. “Ini tindakan tak berperikemanusiaan dan tidak bisa ditolerir. Mereka adalah abdi negara yang berjuang untuk bangsa di tanah Papua. Sudah sewajarnya dipulangkan ke kampung halaman dengan layak,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan duka mendalam kepada keluarga drh. Alfonsius Mehan di Koting Maumere, keluarga Willi Mbuik di Rote Ndao, dan keluarga Aprida Rapi di Tanah Toraja. “Kita doakan almarhum dan almarhumah dilapangkan jalan menuju surga dan keluarga diberi kekuatan,” ucapnya.
KKBM Kupang mendesak pemerintah bertindak tegas mengusut tuntas kasus ini dan memberantas kelompok separatis yang mengancam keselamatan warga NTT yang bertugas di Papua.
Menanggapi permintaan itu, Gubernur NTT Melki Laka Lena menyatakan akan berupaya membantu mempercepat proses pemulangan. “Noted, akan saya pastikan,” jawab Gubernur melalui WhatsApp kepada Sekretaris KKBM Kupang Fidel Nogor pada Jumat, 11 September 2026 pukul 10.40 WITA.
(anafunan)













