Kisah Maria Hastuty Lisnawati Menyulap Keterbatasan Menjadi Prestasi Gemilang di SMPN 46 Nangahale SIKKA, NTT
Maumere, Sikka. FajarAktual.com
Perjalanan panjang Maria Hastuty Lisnawati, S.Pd. dalam dunia pendidikan adalah bukti nyata bahwa ketekunan dan kemauan untuk belajar sepanjang hayat dapat membawa perubahan besar bagi kualitas sekolah.

Dari pengabdian di daerah terpencil hingga menjadi Kepala Sekolah Inovatif, sosok yang akrab disapa Ibu Tuty ini terus membuktikan dedikasinya sebagai pendidik sejati.
Alumnus Universitas Nusa Cendana (2010) ini memulai kariernya dengan semangat pengabdian yang tinggi. Ia sempat mencicipi tantangan mengajar di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) di Kalimantan Utara melalui program SM3T. Di sana, ia belajar tentang ketangguhan dan makna kehadiran seorang guru bagi anak-anak di wilayah terpencil.
Transformasi Melalui Kepemimpinan dan Kolaborasi.
Titik balik kepemimpinannya dimulai saat ia dipercaya menjadi Kepala Sekolah SMPN 46 Nangahale pada tahun 2023. Di bawah arahannya, sekolah tersebut melakukan lompatan besar. Pada tahun pertama kepemimpinannya, hasil Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) menunjukkan literasi di angka 62,22% dan numerasi 53,33%.
Tidak puas dengan hasil tersebut, Ibu Tuty mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan serta warga sekolah yang difasilitasi oleh pengawas pendamping, untuk melakukan refleksi mendalam berbasis Rapor Pendidikan. Dengan strategi perbaikan yang terarah, hasilnya sangat luar biasa. Berdasarkan realis Raport Pendidikan Maret 2025, angka literasi melonjak menjadi 84,44% dan numerasi mencapai 75,56%.
Prestasi ini juga membuat sekolah mendapatkan dana BOS Kinerja sebagai bentuk apresiasi atas peningkatan mutu pendidikan yang signifikan.

”Pendidikan adalah jalan pengabdian. Tempat di mana kerja keras, doa, dan kolaborasi bertemu untuk melahirkan harapan bagi siswa,” ungkap Ibu Tuty.
Prestasi yang Diakui Nasional
Keberhasilan Maria dalam memaksimalkan potensi dan aset sekolah membawanya meraih berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya:
1. Top 5 Kepala Sekolah Inovatif jenjang SMP tingkat Provinsi tahun 2024.
2. Narasumber Podcast Dirjen Dikdasmen dalam seri “Telusur Inspirasi Sekolah yang Dicita-citakan” tahun 2024.
3. Kontributor Perangkat Ajar di Platform Merdeka Mengajar (PMM) tahun 2024.
4. Puncaknya, pada Desember 2025, SMPN 46 Nangahale berhasil meraih Akreditasi A dari BAN-PDM untuk pertama kalinya.
Komitmen Belajar Sepanjang Hayat
Sebagai lulusan Guru Penggerak Angkatan 1 dan Pengajar Praktik, Ibu Tuty terus menggaungkan semangat kolaborasi melalui keterlibatannya sebagai fasilitator Awan Penggerak di Kabupaten Sikka. Ia percaya bahwa kualitas seorang guru adalah kunci utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Kisah Maria Hastuty Lisnawati bukan sekadar tentang angka dan nilai, melainkan tentang bagaimana seorang pendidik mampu menyulap keterbatasan menjadi sebuah prestasi gemilang melalui kepemimpinan yang berorientasi pada perubahan.
Redaksi : Yuven Fernandez













