*Bunga Mawar di Tengah Badai: Kisah Anak Bungsu yang Tangguh*
Fajar Aktual, Kupang 13/2/2026
Perjalanan hidup anak bungsu itu adalah sebuah simfoni keindahan, sebuah kisah tentang kekuatan jiwa yang tak terkalahkan. Dibesarkan oleh seorang ibu sendirian demi ketiga anak-anaknya, dia tidak pernah merasakan kasih sayang dan pendampingan dari seorang ayah karena kematian. Sewaktu si bungsu berumur 10 tahun, dia merasa bahwa Tuhan sudah melupakannya. Ia tertekan, cemburu dengan teman-temannya yang masih memiliki ayah. Perasaan inilah yang membawanya ke dalam kedewasaan.

Namun, dia tidak membiarkan kesulitan itu menghancurkannya. Sebaliknya, dia memilih untuk mengambil jalan yang berbeda dan menemukan kekuatan dalam kelemahannya. Dia memilih untuk menjadi seorang biarawan katolik, tidak hanya sebagai cara untuk melayani Tuhan, tetapi juga sebagai cara untuk melayani ibunya yang telah berkorban begitu banyak untuknya.
Dengan menjadi biarawan, dia dapat memberikan kembali kasih sayang dan perhatian yang telah diberikan oleh ibunya. Dia menyadari bahwa ibunya telah berjuang sendirian untuk membesarkan anak-anaknya, dan dia ingin membalas kasih sayang itu dengan cara yang paling tulus.
Perjalanan hidupnya tidaklah mulus, ada banyak tantangan dan kesulitan yang harus dihadapi. Namun, dia tidak pernah menyerah. Dia terus maju, dengan iman dan kepercayaan yang kuat, dia dapat mengatasi setiap rintangan yang datang. Dia belajar untuk mengandalkan Tuhan dan mempercayai bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah bagian dari rencana Tuhan.
Proses hidupnya yang membentuknya menjadi kuat dan mandiri dari umurnya. Dia belajar untuk menghadapi kesulitan dengan kepala tegak dan hati yang kuat. Dia belajar untuk mengasihi dan melayani orang lain, terutama mereka yang paling membutuhkan.
Dan sekarang, dia telah menjadi seorang biarawan katolik yang dewasa dan berani hadapi tantangan, dengan hati yang penuh kasih sayang dan jiwa yang damai. Dia telah menemukan tujuan hidupnya dan telah membuat ibunya sangat bangga.
Kita dapat belajar banyak dari perjalanan hidup anak bungsu ini. Kita dapat belajar tentang kekuatan, ketabahan, dan iman yang kuat. Kita dapat belajar bahwa tidak ada kesulitan yang tidak dapat diatasi, jika kita memiliki hati yang kuat dan kepercayaan yang teguh.

Selamat kepada biarawan katolik ini, semoga dia terus menjadi berkat bagi banyak orang dan semoga ibunya terus berbahagia melihat anaknya yang sudah mandiri dan dewasa. Tugasnya mendampingi, merawat dan tinggal serumah bersama orang-orang disabilitas telah menghantarnya berjalan bersama Tuhan Yesus dan merasakan kehadiran Tuhan secara nyata dalam hidup melalui mamanya, dan orang-orang sakit dan cacat.
Semoga kisah hidupnya dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus maju dan tidak menyerah dalam menghadapi kesulitan. Semoga kita dapat belajar untuk mengandalkan Tuhan dan mempercayai bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah bagian dari rencana Tuhan.
*Puisi:*
Ibu, oh ibu, kasih sayangmu tak terbatas
Doamu, pelabuhan jiwaku yang terluka
Kuat dan teguh, aku berdiri
Berkat kasih sayangmu, aku menjadi diri sendiri
Dalam badai kehidupan, aku tidak sendirian
Tuhan dan ibu, pelabuhan aman jiwaku
Aku berterima kasih, atas kasih sayangmu
Ibu, oh ibu, aku mencintaimu.
Reporter Yohanes Tafaib













