Hari Ke-9 Pasca-Gempa M 7,7, Basarnas Bersama Potensi SAR Intensifkan Distribusi Logistik melalui Udara di Manggarai Timur
BORONG, MANGGARAI TIMUR.FajarAktual.Com
Memasuki hari kesembilan Operasi SAR penanganan gempa bumi bermagnitudo 7,7, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama Potensi SAR terus mengintensifkan penanganan pascabencana di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mempercepat distribusi bantuan logistik melalui jalur udara menggunakan Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604 milik Basarnas.
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan, pada Minggu (23/8) pukul 08.00 Wita, Helikopter Dauphin mendistribusikan paket bantuan dari TNI Angkatan Udara ke helipad di Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Bantuan tersebut diterima oleh personel Basarnas bersama Potensi SAR untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang terdampak gempa.
“Hari ini pukul 08.00 Wita, Helikopter Dauphin mendistribusikan paket bantuan dari TNI AU ke helipad yang ada di Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Bantuan diterima langsung oleh Tim Basarnas bersama Potensi SAR sebelum disalurkan kepada saudara-saudara kita yang terdampak gempa,” terang Direktur Operasi Basarnas.
Sebelumnya, Basarnas juga telah mendistribusikan logistik bantuan dari Kepresidenan serta bantuan dari Asosiasi Kapal Phinisi Labuan Bajo Graha Wisri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Selain mendukung distribusi bantuan, Helikopter Dauphin Basarnas yang bertolak dari Bandara Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, juga mengangkut personel untuk memperkuat dan melakukan pergantian tim yang bertugas dalam Operasi SAR di Manggarai Timur dan wilayah sekitarnya.
Basarnas bersama seluruh unsur Potensi SAR terus memastikan dukungan operasional dan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat terdampak, terutama di wilayah yang aksesnya masih terbatas akibat dampak gempa.
Redaksi : Yuven Fernandez













