• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
Advertisement
  • Daerah
    • Ragam
      • Video
    • Politik
  • Home
  • Advertorial
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • Lainnya
    • TNI || POLRI
    • Pemerintahan
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pariwisata
No Result
View All Result
FajarAktual.com
  • Daerah
    • Ragam
      • Video
    • Politik
  • Home
  • Advertorial
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • Lainnya
    • TNI || POLRI
    • Pemerintahan
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pariwisata
No Result
View All Result
FajarAktual.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
  • Video
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • TNI || POLRI
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Pariwisata
  • Kesehatan
  • Olahraga
Home Kupang

*Dureng dan Cara Orang Manggarai Bertahan Hidup*

Admin by Admin
Februari 14, 2026
in Kupang
0
*Dureng dan Cara Orang Manggarai Bertahan Hidup*
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

*Dureng dan Cara Orang Manggarai Bertahan Hidup*

Oleh, Marselus Natar

_(Rohaniwan Katolik pada Kongregasi Frater-Frater Bunda Hati Kudus, penulis buku antologi cerpen berjudul Usaha Membunuh Tuhan dan novel berjudul Janji Yang Kian Koyak dan Terkoyaklah)_

 Fajar Aktual

Kupang, 14/2/2026

Ada musim yang tidak hanya turun sebagai hujan, tetapi semacam ujian. Ujian kesabaran. Di Manggarai, musim itu disebut dureng –hujan yang tidak sekadar deras, tetapi berkepanjangan. Dari pagi ke pagi berikutnya, dari Minggu satu ke Minggu berikutnya, berbulan-bulan lamanya. Langit seperti lupa membuka tirai birunya. Matahari nyaris tak terbit. Kabut menggantung rendah di perbukitan, atau kadang-kadang berkawan dengan asap api dapur di bubungan rumah, dan halaman rumah berubah menjadi tanah becek yang lengket di telapak kaki. Mborek, lumpur berbecek.

Pada musim seperti itu, aktivitas harian di luar rumah, seperti berkebun, beternak, nyaris berhenti. Persoalan lain juga muncul. Padi tak bisa dijemur. Kemiri, kakao, kopi –komoditas yang menjadi penopang ekonomi keluarga– tak sempat mengering di bawah matahari. Jemuran hanya akan berakhir sebagai bau apek dan jamur yang menyebar perlahan. Namun, orang Manggarai tidak pernah benar-benar menyerah pada cuaca. Mereka tidak melawan hujan; mereka beradaptasi dengannya.

Di dapur-dapur kampung, api menjadi pusat peradaban kecil. Tungku bukan sekadar tempat memasak, melainkan ruang bertahan hidup.

Beberapa kebiasaan –sebagai ruang bertahan hidup – orang Manggarai yang muncul hanya saat dureng adalah Cero Woja. Cero berarti menyangrai, sedangkan Woja adalah padi. Cero Woja dapat diartikan sebagai menyangrai padi di atas wajan besar sebelum ditumbuk atau dibawa ke mesin penggiling. Padi yang tak sempat kering di bawah matahari diberi kesempatan kedua oleh api. Disangrai perlahan, diaduk tanpa tergesa, hingga uapnya menari tipis di udara dapur. Bau hangatnya memenuhi ruang, bercampur dengan asap kayu yang menghitamkan dinding.

Ada ketekunan dalam setiap putaran tangan. Tidak boleh terlalu panas, tidak boleh terlalu lama. Semua dilakukan dengan insting yang diwariskan turun-temurun. Cero Woja bukan sekadar teknik; ia adalah cara menjaga agar nasi tetap hadir di meja makan, meski matahari tak bersahabat.

Lalu ada Pukang Welu. Pukang berarti memberi asap, pengasapan, sedangkan Welu adalah kemiri. Pukang Welu dapat diartikan pengasapan buah kemiri. Di musim hujan, kemiri yang basah sulit dipecah; bijinya mudah hancur, tempurungnya enggan membuka diri. Maka kemiri digantung atau diletakkan di atas asap tungku. Diasapi perlahan hingga kulitnya mengering, seratnya mengeras, dan bijinya lebih mudah dilepaskan tanpa rusak. Asap bukan lagi pengganggu mata, melainkan penyelamat dapur.

Kita mungkin lupa bahwa di balik sebutir kemiri yang jatuh utuh dari tempurungnya, ada kesabaran panjang dan strategi kecil melawan cuaca. Pukang Welu adalah pelajaran tentang waktu: bahwa tidak semua yang basah harus dibuang, cukup diberi ruang untuk kering dengan caranya sendiri.

Kebiasaan lain yang tak kalah penting adalah Cuing Haju. Cuing barangkali dapat diterjemahkan sebagai bentuk pengawetan dengan bantuan asap, lebih mirip dengan Pukang, hanya saja Cuing sifatnya berkepanjangan –pengasapan berkelanjutan–, sedangkan Haju adalah sebutan untuk kayu dalam konteks bahasa Manggarai. Cuing Haju berarti meletakkan kayu-kayu basah di leba, wadah semacam rak sederhana yang terbuat dari kayu atau bambu dan hampir selalu ada di setiap dapur orang Manggarai zaman dahulu. Letaknya persis di atas tungku api. Di sanalah kayu, jagung, nyiru, bahkan hasil panen kecil lainnya digantung atau ditaruh agar terkena panas api dan asap secara perlahan.

Leba barangkali dapat direfleksikan sebagai simbol kecerdikan leluhur orang Manggarai. Ia bukan teknologi modern, bukan mesin pengering listrik. Ia hanya susunan kayu atau bambu, tetapi fungsinya menyelamatkan banyak hal dari kebusukan. Kayu yang tadinya basah dan sulit menyala akan perlahan mengering. Jagung yang lembap tak mudah berjamur. Segalanya diberi kesempatan untuk bertahan.

Pada musim dureng, dapur menjadi jantung rumah. Anak-anak berkumpul lebih lama di dekat api. Orang tua bercerita tentang musim hujan masa lalu, tentang panen yang gagal, tentang tahun-tahun sulit yang dilalui dengan kesederhanaan. Asap yang mengepul seakan menyimpan kenangan kolektif tentang perjuangan.

Dureng mengajarkan satu hal: hidup tidak selalu bergantung pada cahaya matahari. Kadang, yang kita butuhkan hanyalah api kecil yang dijaga bersama. Menjaga agar api di tungku perapian tetap menyala adalah bagian dari cara bertahan hidup.

Di tengah dunia modern yang serba instan, kebiasaan-kebiasaan seperti Cero Woja, Pukang Welu, dan Cuing Haju mungkin tampak kuno. Mesin pengering sudah ada. Penggilingan padi modern menjamur. Gudang penyimpanan kini dilengkapi teknologi ventilasi. Namun, ada sesuatu yang tidak bisa digantikan: rasa kebersamaan dan kesadaran ekologis yang lahir dari keterbatasan.

Orang Manggarai tidak melihat hujan sebagai musuh, melainkan sebagai siklus. Dureng adalah bagian dari ritme alam yang harus dihormati. Jika matahari enggan muncul, maka api yang berbicara. Jika tanah terlalu basah untuk dijemur, maka dapur menjadi ruang pengeringan.

Barangkali, di situlah letak kebijaksanaan lokal yang sering kita abaikan. Mereka tidak mengutuk langit. Mereka menyesuaikan langkah. Mereka memahami bahwa bertahan hidup bukan soal menguasai alam, tetapi berdamai dengannya.

Kini, ketika banyak rumah telah mengganti tungku dengan kompor gas, dan leba perlahan menghilang dari dapur-dapur beton, kita mungkin kehilangan lebih dari sekadar alat tradisional. Kita kehilangan ruang berkumpul. Kehilangan percakapan yang lahir dari bara api. Kehilangan aroma kayu terbakar yang menjadi penanda musim.

Dureng selalu datang hampir setiap tahun. Namun, apakah cara kita menghadapinya masih sama?

Mungkin, yang perlu kita rawat bukan hanya tekniknya, tetapi juga semangatnya: kesabaran menyangrai padi, ketelitian mengasapi kemiri, ketekunan mengeringkan kayu di atas leba. Semua itu adalah metafora tentang hidup –bahwa dalam musim panjang tanpa matahari, manusia tetap bisa menemukan caranya sendiri untuk bertahan.

Dan ketika suatu hari matahari akhirnya muncul kembali di balik bukit-bukit Manggarai, ia tidak hanya mengeringkan tanah. Ia menyinari dapur-dapur yang telah lebih dulu menyala, diam-diam, menjaga kehidupan agar tidak padam.

Reporter Yohanes Tafaib

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Previous Post

Kepsek MTS Al-Fatah Nangahale Apresiasi AWAS Maknai HUT ke 12 Peduli Masyarakat Pesisir Pantai Nangahale

Next Post

Diduga Timbun Solar Subsidi di Paniki Atas, Warga Desak Aparat Tindak Tegas Azwar Aswat Alias Daeng

Admin

Admin

Next Post
Diduga Timbun Solar Subsidi di Paniki Atas, Warga Desak Aparat Tindak Tegas Azwar Aswat Alias Daeng

Diduga Timbun Solar Subsidi di Paniki Atas, Warga Desak Aparat Tindak Tegas Azwar Aswat Alias Daeng

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News

‎‎GEGER ISTANA! LISTYO SIGIT DIKABARKAN DIPECAT PRABOWO, KASUS DUGAAN PENYADAPAN JADI PERHATIAN NASIONAL

‎‎GEGER ISTANA! LISTYO SIGIT DIKABARKAN DIPECAT PRABOWO, KASUS DUGAAN PENYADAPAN JADI PERHATIAN NASIONAL

November 4, 2026
Komnas HAM Simpulkan 4 Pelanggaran HAM dalam Kematian dr. Icha di TTU

Komnas HAM Simpulkan 4 Pelanggaran HAM dalam Kematian dr. Icha di TTU

November 4, 2026
DUGAAN MAFIA PETI DI LOKASI GARINI KO HANGKI SENGKEY DAN ICAD TERUS EKSIS, LSM GTI DESAK DIRRESKRIMSUS POLDA SULUT DAN KAPOLRES BOLTIM TURUN TANGAN!! 

DUGAAN MAFIA PETI DI LOKASI GARINI KO HANGKI SENGKEY DAN ICAD TERUS EKSIS, LSM GTI DESAK DIRRESKRIMSUS POLDA SULUT DAN KAPOLRES BOLTIM TURUN TANGAN!! 

November 4, 2026
PENYIDIKAN KEMATIAN MUH NASRULLAH DITERBITKAN SP2HP: KELUARGA MOHON ATENSI HASIL VISUM RS GRESTELINA DAN DESAK KAPOLDA SULSEL LAKUKAN EVALUASI

PENYIDIKAN KEMATIAN MUH NASRULLAH DITERBITKAN SP2HP: KELUARGA MOHON ATENSI HASIL VISUM RS GRESTELINA DAN DESAK KAPOLDA SULSEL LAKUKAN EVALUASI

November 3, 2026
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
‎‎GEGER ISTANA! LISTYO SIGIT DIKABARKAN DIPECAT PRABOWO, KASUS DUGAAN PENYADAPAN JADI PERHATIAN NASIONAL

‎‎GEGER ISTANA! LISTYO SIGIT DIKABARKAN DIPECAT PRABOWO, KASUS DUGAAN PENYADAPAN JADI PERHATIAN NASIONAL

November 4, 2026
Komnas HAM Simpulkan 4 Pelanggaran HAM dalam Kematian dr. Icha di TTU

Komnas HAM Simpulkan 4 Pelanggaran HAM dalam Kematian dr. Icha di TTU

November 4, 2026
DUGAAN MAFIA PETI DI LOKASI GARINI KO HANGKI SENGKEY DAN ICAD TERUS EKSIS, LSM GTI DESAK DIRRESKRIMSUS POLDA SULUT DAN KAPOLRES BOLTIM TURUN TANGAN!! 

DUGAAN MAFIA PETI DI LOKASI GARINI KO HANGKI SENGKEY DAN ICAD TERUS EKSIS, LSM GTI DESAK DIRRESKRIMSUS POLDA SULUT DAN KAPOLRES BOLTIM TURUN TANGAN!! 

November 4, 2026
PENYIDIKAN KEMATIAN MUH NASRULLAH DITERBITKAN SP2HP: KELUARGA MOHON ATENSI HASIL VISUM RS GRESTELINA DAN DESAK KAPOLDA SULSEL LAKUKAN EVALUASI

PENYIDIKAN KEMATIAN MUH NASRULLAH DITERBITKAN SP2HP: KELUARGA MOHON ATENSI HASIL VISUM RS GRESTELINA DAN DESAK KAPOLDA SULSEL LAKUKAN EVALUASI

November 3, 2026

Follow Us

ADVERTISEMENT

Iklan

Iklan

‎‎GEGER ISTANA! LISTYO SIGIT DIKABARKAN DIPECAT PRABOWO, KASUS DUGAAN PENYADAPAN JADI PERHATIAN NASIONAL
Nasional

‎‎GEGER ISTANA! LISTYO SIGIT DIKABARKAN DIPECAT PRABOWO, KASUS DUGAAN PENYADAPAN JADI PERHATIAN NASIONAL

by Pimpinan Redaksi
November 4, 2026
0

‎‎GEGER ISTANA! LISTYO SIGIT DIKABARKAN DIPECAT PRABOWO, KASUS DUGAAN PENYADAPAN JADI PERHATIAN NASIONAL ‎ ‎Jakarta,fajaraktual.com – Kabar pemberhentian Jenderal Polisi...

Read more
Komnas HAM Simpulkan 4 Pelanggaran HAM dalam Kematian dr. Icha di TTU

Komnas HAM Simpulkan 4 Pelanggaran HAM dalam Kematian dr. Icha di TTU

November 4, 2026
DUGAAN MAFIA PETI DI LOKASI GARINI KO HANGKI SENGKEY DAN ICAD TERUS EKSIS, LSM GTI DESAK DIRRESKRIMSUS POLDA SULUT DAN KAPOLRES BOLTIM TURUN TANGAN!! 

DUGAAN MAFIA PETI DI LOKASI GARINI KO HANGKI SENGKEY DAN ICAD TERUS EKSIS, LSM GTI DESAK DIRRESKRIMSUS POLDA SULUT DAN KAPOLRES BOLTIM TURUN TANGAN!! 

November 4, 2026
PENYIDIKAN KEMATIAN MUH NASRULLAH DITERBITKAN SP2HP: KELUARGA MOHON ATENSI HASIL VISUM RS GRESTELINA DAN DESAK KAPOLDA SULSEL LAKUKAN EVALUASI

PENYIDIKAN KEMATIAN MUH NASRULLAH DITERBITKAN SP2HP: KELUARGA MOHON ATENSI HASIL VISUM RS GRESTELINA DAN DESAK KAPOLDA SULSEL LAKUKAN EVALUASI

November 3, 2026
BARESKRIM TETAPKAN LSP DAN DUA PERWIRA TINGGI POLRI SEBAGAI TERSANGKA KASUS DUGAAN PENYADAPAN PRESIDEN

BARESKRIM TETAPKAN LSP DAN DUA PERWIRA TINGGI POLRI SEBAGAI TERSANGKA KASUS DUGAAN PENYADAPAN PRESIDEN

November 3, 2026

FajarAktual.com adalah media online yang menyajikan pemberitaan aktual, investigatif, dan terpercaya. Mengupas tuntas fakta dengan data akurat untuk menghadirkan informasi yang tajam, berimbang, dan mendalam.

Iklan Bank BSG

Browse by Category

  • Advertorial
  • Agama
  • AMBON
  • Batam
  • Bitung
  • BMR
  • Bolmut
  • Broko
  • Criminal
  • Ekonomi
  • Flores NTT
  • Gorontalo
  • Hukum & Kriminal
  • ILEGAL
  • Jeneponto
  • Kesehatan
  • KotaBitung
  • Kotamobagu
  • Kupang
  • Luwu
  • Makassar
  • Maluku
  • Mamuju
  • Manado
  • Minahasa
  • Minahasa Tenggara
  • Minahasa Utara
  • Minsel
  • Nasional
  • National
  • NTT
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pelantikan
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pohuwato
  • Politik
  • Ragam
  • Sangihe
  • Sul-Sul
  • Sul-Ten
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Selatan (Makassar)
  • Sulawesi Utara
  • Takalar
  • TNI || POLRI
  • Tomohon
  • Yayasan

Recent News

‎‎GEGER ISTANA! LISTYO SIGIT DIKABARKAN DIPECAT PRABOWO, KASUS DUGAAN PENYADAPAN JADI PERHATIAN NASIONAL

‎‎GEGER ISTANA! LISTYO SIGIT DIKABARKAN DIPECAT PRABOWO, KASUS DUGAAN PENYADAPAN JADI PERHATIAN NASIONAL

November 4, 2026
Komnas HAM Simpulkan 4 Pelanggaran HAM dalam Kematian dr. Icha di TTU

Komnas HAM Simpulkan 4 Pelanggaran HAM dalam Kematian dr. Icha di TTU

November 4, 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan

Hak Cipta FajarAktual.com © 2025 Web Development PT.TAB | TabWeb

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
  • Video
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • TNI || POLRI
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Pariwisata
  • Kesehatan
  • Olahraga

Hak Cipta FajarAktual.com © 2025 Web Development PT.TAB | TabWeb