Minahasa —Fajaraktual.com
Aktivitas dugaan penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali menjadi sorotan warga. Sosok yang kerap disebut masyarakat sebagai “Ratu Solar Wanti” kembali diduga beroperasi tanpa hambatan. Informasi yang diterima redaksi, pada pukul 00:17 WITA, sebuah mobil warna hitam tanpa pelat nomor terlihat keluar dari SPBU Sonder dengan muatan diduga solar subsidi.
Warga yang tinggal dekat lokasi SPBU mengaku sudah berulang kali melihat aktivitas serupa, terutama pada jam-jam sepi.

> “Sudah sering mobil ini keluar lewat tengah malam. Tidak ada pelat nomor, tapi muatannya penuh solar. Kami curiga ini bagian dari jaringan solar ilegal yang katanya dikendalikan ‘Ratu Solar Wanti’. Tapi tidak pernah ada tindakan,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan demi alasan keamanan.
Pengakuan Sopir: Solar Dibawa ke Bitung
Setelah kendaraan keluar dari SPBU, tim mencoba mengikuti dari kejauhan. Sopir kendaraan tersebut sempat memberikan pernyataan singkat ketika ditanyai di salah satu titik pemberhentian.
> “Solar ini dibawa ke Bitung,” ujarnya singkat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Pernyataan ini semakin menguatkan dugaan bahwa solar subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat dan sektor tertentu justru dialirkan ke wilayah yang sering dikaitkan dengan aktivitas industri maupun penimbunan.
Operasi Lancar Tanpa Hambatan — APH Diminta Tidak Tutup Mata
Warga menilai praktik seperti ini sudah berlangsung lama dan diduga melibatkan pihak-pihak yang memiliki pengaruh sehingga terkesan “kebal hukum”.
> “Kalau masyarakat kecil, baru ambil jerigen langsung ditindak. Tapi mobil tanpa pelat keluar tengah malam tidak pernah diapa-apakan. Ada apa sebenarnya? Kami berharap APH jangan tutup mata,” keluh warga lain.
Meski laporan demi laporan terus bermunculan, hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait aktivitas tersebut.
Desakan untuk Penegakan Hukum yang Tegas
Warga berharap Polres Minahasa, Polda Sulut, dan instansi terkait segera melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa aktivitas malam hari di SPBU yang diduga menjadi sumber pasokan solar bagi jaringan tersebut.
Pengawasan ketat terhadap BBM merupakan hal mendesak mengingat solar subsidi adalah komoditas vital yang diperuntukkan bagi kelompok masyarakat tertentu, bukan untuk kepentingan bisnis ilegal yang merugikan negara.
(Red)













