Manado —Fajaraktual.com Senin, 12/01/2026
Capaian kinerja keuangan Bank SulutGo (BSG) yang membukukan laba bersih sebesar Rp372 miliar pada tahun buku 2025 mendapat perhatian dari kalangan masyarakat sipil. LSM Indonesia Anti Korupsi (INAKOR) Sulawesi Utara menilai capaian tersebut sebagai sinyal positif atas daya tahan dan kinerja bank daerah di tengah dinamika ekonomi yang menantang.
Ketua INAKOR Sulawesi Utara, Rolly Wenas, menyampaikan bahwa laba tertinggi dalam enam tahun terakhir tersebut mencerminkan kemampuan BSG dalam menjaga stabilitas usaha, meski sektor perbankan masih dihadapkan pada perlambatan ekonomi global dan meningkatnya kompetisi industri jasa keuangan.
“Capaian ini menunjukkan bahwa Bank SulutGo masih memiliki fondasi kinerja yang relatif kuat sebagai bank milik daerah. Kepercayaan publik terlihat dari pertumbuhan aset dan dana pihak ketiga yang terus meningkat,” kata Rolly
menanggapi pemberitaan Tribunmanado.co.id.
Berdasarkan laporan yang dipublikasikan, total aset BSG tercatat mencapai Rp23,7 triliun, sementara dana pihak ketiga meningkat menjadi Rp18,2 triliun. Menurut Rolly, indikator tersebut tidak hanya mencerminkan kinerja keuangan, tetapi juga persepsi dan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan bank.
Meski demikian, INAKOR menilai pentingnya mencermati secara serius sejumlah tantangan yang secara terbuka disampaikan manajemen BSG, terutama terkait pertumbuhan kredit serta peningkatan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL).
“Keterbukaan Direksi BSG dalam menyampaikan tantangan yang dihadapi justru patut diapresiasi. Ini mencerminkan adanya kesadaran internal bahwa kinerja positif harus terus disertai evaluasi dan perbaikan berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai bank pembangunan daerah, Rolly menekankan bahwa BSG memiliki fungsi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional, khususnya melalui pembiayaan sektor produktif, UMKM, dan program-program pembangunan daerah. Oleh karena itu, pengelolaan risiko dan prinsip kehati-hatian harus menjadi prioritas utama.
“Profitabilitas penting, tetapi keberlanjutan jauh lebih penting. Penguatan manajemen risiko, kepatuhan terhadap regulasi, serta penerapan Good and Clean Governance harus berjalan konsisten,” tegasnya.
Dari perspektif pengawasan publik, Rolly juga mengingatkan bahwa kinerja keuangan yang baik perlu diiringi dengan penguatan integritas dan transparansi, terutama di lembaga keuangan milik daerah.
“Sebagai bagian dari masyarakat sipil dan pegiat anti korupsi, kami memandang bahwa kepercayaan publik hanya bisa dijaga jika kinerja, tata kelola, dan integritas berjalan seiring. Ini menjadi kunci agar BSG benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Sulawesi Utara dan Gorontalo,” pungkasnya.
INAKOR Sulawesi Utara menegaskan akan terus mengambil posisi objektif dan konstruktif dalam menilai kinerja BUMD, termasuk sektor perbankan, sebagai bagian dari upaya mendorong institusi publik yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
(Ivan)













