Minahasa Selatan–Fajaraktual.com
Praktik dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar kembali mencuat. Kali ini terjadi di SPBU Kapitu, yang diduga dikuasai oleh Ko Ronaldo alias Opo, dengan dibantu seorang bernama Marco. Aktivitas tersebut terpantau sejak pukul 06.00 WITA hingga pagi hari.

Pantauan wartawan di lokasi menunjukkan, antrian BBM solar subsidi hampir 99 persen didominasi armada siluman yang diduga milik Marco dan Ko Ronaldo alias Opo. Kendaraan-kendaraan tersebut silih berganti masuk ke jalur pengisian solar, bahkan ada yang bolak-balik mengisi BBM dalam jumlah besar.
Ironisnya, terdapat satu unit mobil ekspedisi yang sudah mengantri sejak pukul 23.24 WITA malam, namun hingga pukul 09.00 WITA pagi tak kunjung mendapatkan solar subsidi. Sopir kendaraan ekspedisi tersebut terpaksa meninggalkan antrian karena harus melanjutkan perjalanan, sementara antrian masih dikuasai kendaraan yang sama.
“Sejak malam kami sudah antri, tapi sampai pagi tidak dapat. Mobil-mobil itu terus masuk, bahkan ada yang diisi sampai 300 liter, bahkan 500 liter, dan ada yang dua kali bolak-balik,” ungkap sopir mobil ekspedisi kepada wartawan.
Lebih memprihatinkan, mobil ekspedisi tersebut akhirnya hanya bisa mengisi BBM solar menggunakan galon, demi melanjutkan perjalanan, meski hal tersebut jelas tidak sesuai aturan distribusi BBM bersubsidi.
Praktik ini menimbulkan dugaan kuat adanya pembiaran dan permainan terang-terangan dalam pendistribusian solar subsidi di SPBU Kapitu. Masyarakat pun mempertanyakan pengawasan dari aparat penegak hukum (APH) serta pihak terkait.
Warga berharap APH tidak menutup mata, mengingat BBM subsidi seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha yang benar-benar membutuhkan, bukan dikuasai oleh armada siluman dan mafia solar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU Kapitu serta nama-nama yang disebutkan belum memberikan klarifikasi resmi. Media ini akan terus melakukan konfirmasi dan memantau perkembangan di lapangan.
Redaksi













