Jenazah PMI Asal Nagekeo Tiba di Kupang, Meninggal di Malaysia Akibat Kanker Usus
Kupang, FajarAktual.com,Senin, 2 November 2026 | 11.14 WITA
Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur kembali memfasilitasi pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTT.
Kali ini, jenazah Charles Siga (43), warga Desa Wolotelu, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, tiba di Kupang pada Senin, 2 November 2026.
Jenazah Charles tiba melalui Bandara El Tari Kupang menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 456 pada pukul 10.45 WITA. Kedatangannya disambut oleh Tim Kargo, BP3MI NTT, Yayasan Penyelenggaraan Ilahi, Rumah Harapan, dan keluarga.
Berdasarkan surat keterangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia, Charles dinyatakan meninggal dunia pada 31 Oktober 2026 pukul 07.20 waktu setempat. Ia meninggal akibat kanker usus stadium IV dan tekanan darah tinggi.
Almarhum telah tercatat dalam daftar kematian warga negara Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia. Berdasarkan informasi dari Balai Polis Pantai, IPD Brickfields, Kuala Lumpur, jenazah Charles tidak dilakukan autopsi.
Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida, melalui Ketua Tim Layanan Pemberdayaan, Muhammad Geo Amang, mengatakan Charles merupakan PMI ke-127 asal NTT yang jenazahnya dipulangkan sepanjang 2026. Status keberangkatannya tercatat nonprosedural.
“Ini jenazah ke-127, statusnya nonprosedural. Dari 127, hanya lima yang prosedural. Anak PMI ada tiga yang meninggal di negara penempatan,” kata Geo Amang.
Ia menyebutkan, jumlah jenazah PMI asal NTT yang telah dipulangkan hingga 2 November 2026 sama dengan total pemulangan sepanjang 2025, yakni sebanyak 127 jenazah.
Dalam kesempatan tersebut, Sr. Laurentina, SDP, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia juga memimpin doa singkat di Terminal Kargo Bandara El Tari Kupang. Sr. Laurentina berharap seluruh proses pemulangan jenazah, mulai dari Kupang, Maumere, hingga Kabupaten Nagekeo, dapat berlangsung lancar dan aman.
Setelah prosesi penjemputan, jenazah Charles disemayamkan sementara di Biara Penyelenggaraan Ilahi Nasipanaf sambil menunggu jadwal keberangkatan kapal. Rencananya, jenazah akan diberangkatkan menggunakan Kapal Pelni Sirimau pada Selasa dini hari, 3 November 2026, dengan rute Kupang–Lewoleba–Maumere. Setibanya di Maumere, perjalanan akan dilanjutkan menggunakan ambulans yang difasilitasi BP3MI NTT menuju kampung halaman almarhum di Desa Wolotelu, Kabupaten Nagekeo.
Yulia Beka, sepupu kandung Charles, mengatakan almarhum telah bekerja di Malaysia selama sekitar 20 tahun. Selama berada di negara tersebut, Charles bekerja di sektor bangunan. Sebelumnya, ia pernah pulang ke Nagekeo. “Ia meninggalkan seorang istri dan dua orang anak laki-laki,” ujar Yulia saat ditemui di Terminal Kargo Bandara El Tari Kupang.
Di tengah pemulangan jenazah tersebut, Muhammad Geo Amang kembali mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya migrasi aman. Ia mengimbau warga NTT yang hendak bekerja ke luar negeri agar mengikuti prosedur resmi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
@anafunan













