Tingkatkan Mutu Pelayanan dan Profesionalisme, 87 Kepsek Sanpukat Ikut Pelatihan Kepepemimpinan dan Manajerial
Maumere, Sikka, FajarAktual. Com
Bertempat di Aula Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere-NTT, Yayasan Persekolah Umat katolik ( Sanpukat ) Kabupaten Sikka melaksanakan pelatihan kepemimpinan dan manajerial bagi 87 orang kepala sekolah mulai dari tingkat Paud-TK sampai tingkat sekolah menengah.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan dan profesionalisme sebagai seorang kepala sekolah sesuai dengan yang diamanatkan dalam Perdirjen GTK Nomor7327 tahun 2023
Kegiatan berlangsung selama dua hari,dari tanggal 10 s/d 11 juli 2026, sungguh membawa angin segar bagi kepala sekolah untuk menjadi bekal dalam memimpin dan menahkodai lembaga sekolah yang dipimpinnya.
RD.Yulius Heribertus Pr, sebagai ketua Sanpukat dalam arahan awal menyampaikan bahwa ,berdasarkan hasil kunjungan kerja dan monitoring ke sekolah-kesekolah , ternyata masih banyak guru belum memahami tentang tugas dan peran pokok seorang kepala sekolah yang ideal ,masih banyak guru tidak percaya diri karena merasa tidak mampu bekerja sebagai kepala sekolah,sehingga lebih banyak guru hanya menjadi PLT kepala sekolah dari pada menjadi kepala sekolah definitip.
Untuk itu guru kepala sekolah perlu dipersiapkan secara baik dengan mengikuti pelatihan-pelatihan yang dibawakan oleh nara sumber yang memiliki kompetensi dibidangnya.
“ Perubahan besar dalam sebuah lembaga pendidikan tidak selalu dimulai dari gedung yang megah atau program yang banyak, melainkan dari hati seorang pemimpin yang berani melakukan perubahan-perubahan di komunitas sekolah, sekolah akan bergerak sejauh pemimpinnya bertumbuh dan bertransformasi, mutu pendidikan akan berkembang sejauh kepala sekolah memiliki keberanian untuk memimpin dengan hati yang jernih,” ungkap ,RD Fidelis Dua,S.Fil,M,Th.,M.Pd .
RD Fidel yang juga mahasiswa S3 Pengembangan Kurikulum pada Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, menambahkan bahwa peran guru kepala sekolah sangat strategis dalam transformasi pendidikan, sekolah tidak akan berubah jika kepemimpinan sekolah tidak berubah dan transformasi pendidikan dimulai dari transformasi kepemimpinan kepala sekolah, Kepala sekolah bertanggunjawab semua proses pembelajaran, dan mampu memberikan kesempatan orang lain untuk maju bersama, dan harus menjadi teladan yang baik bagi orang lain.
Agustinus Laju S.Pd, kepala sekolah SDK Wolofeo menyampaikan terimakasih kepada Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik ,yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk mengikuti pelatiham sehingga menambah ilmu pengetahuan untuk dapat diwujudkan dalam tugas pelayanan ,karena ketika saya dilantik menjadi kepala sekolah ,belum dibekali tentang kepemimpinan dan manajerial .Harapan semoga kedepan kami selalu mendapatkan pelatihan-pelatihan jika ada perubahan-perubahan dalam kurikulum.
Hal senada juga disampaikan Pengawas Pendidikan Agama Katolik ,Agustinus Badjo,S.Ag.M.Th, yang juga mengikuti kegiatan pelatihan ini. Saya secara pribadi menyampaikan terimakasih kepada Ketua Sanpukat yang telah memberikan kesempatan kepada saya ,walaupun saya belum pernah menjadi kepala sekolah,namun karena saya sebagai pengawas, perlu juga mendalam materi ini ,agar dalam tugas kepengawasan dapat berkolaborasi dengan kepala sekolah, agar bisa memajukan sekolah menuju berkualitas.
Diakhir kegiatan ada beberapa kepala sekolah memberikan masukan dan usulan ,agar kegiatan semacam ini diprogramkan secara baik dan disesuaikan dengan kalender pendidikan sehingga semua guru dapat mengikuti pelatihan tanpa mengorbankan kegiatan yang lain.
Redaksi : Yuven Fernandez













