*Suara Emas Tak Padam: Di Rumah Ziarah Belu, Tonny Parera Senandungkan Aku Tak Rela Meski Terbaring Sakit*
ATAMBUA – fajarAktual.com 27 September 2026
Walaupun sakit menggetarkan suara tidak memengaruhi soal kesehatan, ujar Tony ketika dalam perawatan ditemui wartawan Fajar Aktual di salah satu rumah ziarah di daratan Timor Kabupaten Belu.
Dalam kondisi terbaring, penyanyi legendaris Timor itu seketika menyanyikan sebuah lagu gubahan albumnya sendiri dengan judul Aku Tak Rela dalam nada lantunan yang kembali mengingatkan akan nostalgia masa lalu penuh syarat makna.
Lagu Aku Tak Rela yang diciptakan Tonny Parera pada era 80-90an tersebut merupakan salah satu tembang kenangan paling populer dari Timor Leste hingga daratan Timor NTT yang hingga kini masih sering dicover generasi muda di media sosial.
Saat ditemui, suara khas Tony yang serak-serak basah masih menggetarkan ruangan rumah ziarah, meski fisiknya terlihat lemah dalam perawatan dan sesekali menahan rasa sakit.
Para peziarah dan keluarga yang berada di sekitar lokasi tak kuasa menahan haru, lantunan itu seolah membawa kembali kenangan akan panggung-panggung hiburan Timor di masa lalu yang penuh cahaya.
Menurut keterangan keluarga di lokasi, Tonny Parera yang dikenal luas dengan nama panggung Tony Pareira masih dalam masa pemulihan dan meminta doa dari para penggemarnya di Timor Leste, Belu, Malaka dan Kupang.
Semangat bermusik Tony tidak padam, ia bahkan bercerita bahwa ia masih menyimpan beberapa karya lagu nostalgia lainnya untuk para pecinta musik Timor yang belum sempat direkam secara resmi.
Akan ada pengganti Tony di album berikutnya, tandanya penuh tanda tanya, menjadi kalimat yang ia ucapkan lirih di akhir wawancara sambil tersenyum penuh makna.
Kalimat itu menimbulkan tanya di kalangan penggemar, apakah akan ada album regenerasi atau kolaborasi dengan penyanyi muda Timor Leste untuk melanjutkan jejak karyanya.
Sejumlah musisi muda Timor yang dihubungi Fajar Aktual mengaku siap melanjutkan warisan lagu-lagu Tony jika diberi kesempatan untuk berduet atau merekam ulang karyanya.
Di mata penggemarnya, Tony bukan sekadar penyanyi, melainkan saksi hidup perjalanan musik Timor dari era kaset pita hingga era digital saat ini.
Lagu-lagu seperti Aku Rindu, Tamba Sa, Noi Bonita dan Kuan Kefa menjadi bukti ketulusan Tony dalam merawat bahasa dan budaya Timor melalui nada.
Suasana haru di rumah ziarah itu ditutup dengan doa bersama, para peziarah berharap sang legenda segera pulih dan kembali naik panggung untuk menghibur masyarakat perbatasan.
Terlepas dari tanda tanya soal album pengganti tersebut, satu hal yang pasti, lagu-lagu Tonny Parera akan tetap hidup sebagai warisan musik Timor yang penuh makna cinta, rindu dan perjuangan.
( anafunan )













