Soliditas Daerah Kunci Pertahanan Negara: Sulut Kompak Perkuat Komponen Cadangan dan Pendukung
Manado, FajarAktual.com — Di tengah eskalasi ancaman yang bersifat multidimensi, sinergi antara pusat dan daerah menjadi kunci dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan negara. Hal ini tercermin dalam Rapat Koordinasi Penguatan Komponen Cadangan dan Komponen Pendukung yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) RI di Hotel Four Points, Manado, Sulawesi Utara, Selasa (5/8/2025).

Kegiatan ini menjadi panggung strategis bagi konsolidasi kekuatan nasional melalui peran aktif pemerintah daerah. Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE., yang membuka secara resmi kegiatan ini, menegaskan bahwa daerah bukan sekadar pelaksana teknis, melainkan elemen vital dalam membangun pertahanan semesta.
“Sulawesi Utara siap menjadi garda terdepan dalam mendukung kebijakan pertahanan nasional. Kolaborasi pusat-daerah adalah keniscayaan dalam menghadapi realitas ancaman masa kini,” tegas Gubernur dalam arahannya.
Sementara itu, Brigjen TNI Parwito, S.IP., M.I.P., selaku Asisten Deputi Doktrin dan Strategi Pertahanan Kemenko Polhukam RI, menyampaikan pentingnya membangun pemahaman bersama mengenai konsep pertahanan semesta. Ia menekankan bahwa seluruh komponen bangsa — dari TNI-Polri hingga masyarakat sipil — memiliki tanggung jawab kolektif dalam menciptakan sistem pertahanan yang adaptif dan inklusif.
Rapat koordinasi ini dihadiri lengkap oleh seluruh kepala daerah se-Sulawesi Utara, Pangdam XIII/Merdeka, serta unsur Forkopimda. Komitmen bersama pun dibangun untuk memperkuat sinergi lintas sektor demi terciptanya ketahanan wilayah yang responsif terhadap berbagai ancaman.
Tak hanya menjadi ruang koordinasi, kegiatan ini juga berfungsi sebagai forum edukasi kebijakan pertahanan. Pemerintah daerah diberi pemahaman menyeluruh tentang mekanisme penguatan komponen cadangan dan pendukung, sehingga mampu merumuskan langkah taktis sesuai karakteristik wilayah masing-masing.
Lebih dari itu, momen ini juga membangkitkan kesadaran publik bahwa pertahanan negara bukan semata urusan militer, tetapi kewajiban bersama. Partisipasi masyarakat — melalui ormas, pemuda, hingga tokoh adat — menjadi pondasi penting dalam menjaga stabilitas dan integritas bangsa.
Pada akhir kegiatan, seluruh pihak menyepakati pentingnya memperkuat koordinasi lintas instansi dan memastikan program-program pertahanan dapat diimplementasikan secara nyata di seluruh daerah. Dengan semangat gotong royong, Sulut menegaskan komitmennya menjadi model sinergi daerah dalam mendukung pertahanan nasional.
Reporter. : (Ivan)













