Makassar – Fajaraktual.com
Laskar Karaeng Ngemba (LKN) menggelar kunjungan silaturahmi bersama jajaran aparat kepolisian yang diwakili oleh Kombes Pol Zulham Effendy selaku Kabid Propam. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan, tetapi juga menandai pengangkatan beliau sebagai Dewan Pembina Laskar Karaeng Ngemba.
Ketua Umum LKN, M. Rizal, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya dan adat istiadat di Sulawesi Selatan.
“Alhamdulillah, beliau siap mendukung penuh. Budaya dan adat istiadat harus tetap menjadi prioritas, seiring dengan upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Rizal.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir dan mendampingi Ketua Umum, di antaranya Sekretaris LKN, Ketua Brigade, Wakil Ketua Brigade, serta sejumlah anggota Laskar. Kehadiran unsur organisasi yang lengkap mencerminkan soliditas internal LKN dalam menjalankan visi kebersamaan dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu, sebagai bentuk kekompakan lintas komunitas, LKN juga melibatkan unsur dari Laskar Siri’Jala, termasuk Ketua PAC Tamalanrea, Sahapudding, yang turut mendukung dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antar organisasi kemasyarakatan di wilayah Makassar dan sekitarnya.
Kombes Pol Zulham Effendy dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya peran organisasi masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah. Ia mengapresiasi langkah LKN yang mengedepankan pendekatan budaya sebagai fondasi dalam membangun keamanan sosial.
“Kami berharap Laskar Karaeng Ngemba dapat menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga ketertiban, serta menjadi pelopor dalam melestarikan nilai-nilai kearifan lokal,” ujarnya.
Dengan pengangkatan sebagai Dewan Pembina, diharapkan hubungan antara LKN dan aparat penegak hukum semakin erat, sehingga mampu memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Komitmen bersama ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, serta tetap berpegang pada nilai budaya dan adat istiadat. Tim investigasi dg pudding
(MF)













