*Sertifikat dan Paduan Suara Haru: Wisuda Canossa Angkatan XX Kembalikan Peserta Didik di Aula*
Fajar Aktual. 30 Mei 2026.
Nurobo — Aula PPM Canossa Nurobo hari ini penuh sesak dan haru. Wisudawati Angkatan XX tahun ajaran 2025/2026 melepas masa didik tanpa prosesi toga, diganti dengan sertifikat dan bekal keterampilan yang siap dipakai.
Acara diawali Perayaan Ekaristi Kudus yang berlangsung khidmat. Di hadapan altar kecil, Pastor Berto dalam homili menekankan agar ilmu dan keterampilan selama setahun ini menumbuhkan pribadi tangguh dan mandiri. “Didik hati dulu, baru tangan terampil,” pesannya. Perayaan Ekaristi menata hati orangtua, wisudawati, dan para pembina sebelum memasuki sesi inti.
Setelah Ekaristi, suasana aula beralih ke haru. Momen puncak terjadi saat penyerahan sertifikat. Nama demi nama dipanggil, langkah wisudawati menuju panggung diiringi tepuk tangan orangtua. Sertifikat diserahkan Sr. Yeni bersama para instruktur. Aula sederhana itu mendadak pecah: ada pelukan, ada air mata, ada bisik “terima kasih Suster” yang tak bisa ditahan.
Sesi paling menggetarkan adalah “Penyerahan Kembali Peserta Didik” di dalam aula. Sr. Yeni selaku Kepala Direktur PPW Canossa Nurobo secara simbolis mengembalikan putri-putri binaan kepada orangtua wali tepat di depan altar. “Satu tahun kami titip dan bentuk. Hari ini kami kembalikan utuh, dengan keterampilan dan tanggung jawab,” ucapnya. Para ibu menyambut dengan selendang, para bapak dengan genggaman erat. Pesan Ibu Martah Sila mewakili orangtua wali mengaminkan harapan yang sama: lulusan siap mandiri.
Suster Theresia, Pimpinan Komunitas Canossa Nurobo, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan orangtua menitipkan putri untuk dibentuk sesuai bakat dan kemampuan.
*Tata Boga oleh Sr. M. Goreti Lae, FdCC*
Meja panjang di sisi aula penuh karya: lapis legit, bolu kukus, aneka kue kering, dan menu harian bergizi. Sr. Goreti menjelaskan wisudawati dilatih standar dapur, kebersihan, hingga hitung HPP. “Mereka siap masak untuk keluarga, siap buka usaha dari rumah,” katanya. Tamu langsung mencicipi hasil praktik.
*Tata Busana oleh Sr. M. M. Subani, FdCC*
Manekin berbaris rapi dengan gaun pesta sederhana, kebaya wisuda, dan seragam kerja hasil jahitan sendiri. Sr. Mia menguraikan proses: ambil ukuran, buat pola, potong kain, sampai finishing. “Jahit seragam, terima orderan, ini jalan mandiri,” tegasnya. Beberapa orangtua mencoba langsung hasil jahitan anak.
*Bagian Komputer*
Di sudut aula, layar laptop menampilkan desain sertifikat, brosur usaha, dan laporan keuangan sederhana. Wisudawati mempraktikkan mengetik cepat, tabel, dan presentasi dasar. “Bisa komputer sekarang wajib. Untuk kerja, laporan, sampai jualan online,” jelas instruktur.
*Keterampilan Musik*
Penutup acara diisi paduan suara wisudawati diiringi keyboard. Mereka menyanyikan lagu syukur dan perpisahan. Suara bulat para wisudawati mengisi seluruh aula. Latihan musik setahun bersama pembina terbayar lunas. Nada yang keluar bukan hanya lagu, tapi ucapan terima kasih untuk orangtua dan para pembina.
Dimulai dengan doa, diakhiri dengan syukur. Angkatan XX pulang membawa empat bekal: masakan di tangan, jahitan di jari, komputer di kepala, dan nada syukur di hati. Sertifikat hanya simbol. Mandirinya yang jadi tujuan.
(Ana Funan)













