Potret Memilukan Naufal Aldani Tiga Tahun Sulit BAB Gugah Empati Publik dan Sentuh Naluri Kemanusiaan
Maumere, Sikka. FajarAktual. Com
Kisah mengenai Balita Naufal Aldani ( 3 tahun) yang mengalami kesulitan Buang Air Besar ( BAB) sejak lahir, potret memilukan, yang menggugah empati publik dan menyentuh naluri kemanusiaan.
Naufal bisa disapa Balita di Desa Nangahale Kabupaten Sikka ini sejak lahir mengalami masalah serius pada saluran pencernaan membuat buah hati dari Aida Abdullah harus bergelut ketika Buang Air Besar.
Aida ibu dari Naufal tak dapat berbuat banyak. Pasalnya, keluarga pra sejahtera ini tak punya apa-apa. Tapi Aida tak putusnya berdoa kiranya ada uluran tangan kasih untuk membantu biaya operasi. Berharap Keceriaan Naufal yang sedang tumbuh kembang menjadi generasi emas tidak pernah dirasakan selama tiga tahun dan hanyalah jerit tangis ketika BAB kiranya dapat sembuh.
Gempa Flores kondisi Naufal terungkap
Perjuangan Ibu Aida dan suaminya selama 3 tahun bersama buah kasihnya dengan penanganan apa adanya karena kondisi kehidupan ekonomi keluarga tidak mampu untuk membiayai operasi seakan menemui titik terang.
Ketika Istri Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Ny. Mindriyati Astiningsih Laka Lena atau yang akrab disapa Ibu Asti Laka Lena, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, istri Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, mengunjungi Posko Pengungsian Desa Nangahale, Minggu ( 23/8/2026).
Di tengah suasana pengungsian akibat gempa, perhatian kedua perempuan yang turut mendampingi masyarakat itu tertuju kepada Naufal yang saat itu berada dalam pelukan ibunya, Aida Abdullah.
Keluarga menyebut Naufal pernah mengalami kondisi yang berkaitan dengan Hirschsprung dan dugaan atresia ani, sementara saat ini anak tersebut disebut memiliki lubang anus tetapi tetap mengalami kesulitan berat ketika BAB.
Untuk membantu mengeluarkan kotorannya, Naufal bahkan disebut harus menggunakan alat bantu melalui lubang anus. Kondisi tersebut membuat kehidupan Naufal dan keluarganya jauh dari kehidupan anak-anak seusianya.
Bagi seorang anak berusia tiga tahun, BAB yang seharusnya menjadi proses alami justru menjadi perjuangan yang harus dihadapi berulang kali.
Jalani Operasi
Aida, ibu Naufal, mengaku sangat berharap anaknya dapat menjalani operasi sehingga bisa memperoleh kesembuhan dan menjalani kehidupan sebagaimana anak-anak lainnya.Namun, harapan itu terbentur kondisi ekonomi keluarga.Aida bersama suaminya belum mampu membiayai penanganan medis yang dibutuhkan Naufal.
Kisah tersebut sontak mengundang keprihatinan Ibu Asti Laka Lena. Ia kemudian memanggil Kepala Desa Nangahale untuk memastikan kondisi yang dialami Naufal serta mengetahui lebih jauh situasi keluarga tersebut.
Sementara itu, Ny. Fista Sambuari Kago menyampaikan akan melakukan koordinasi bersama warga dan pihak terkait guna mencari solusi bagi penanganan Naufal.
Ia bahkan langsung meminta nomor telepon keluarga agar komunikasi dapat dilakukan dengan lebih mudah dalam upaya membantu penanganan medis anak tersebut.
Di hadapan Aida yang memangku Naufal, Ibu Asti dan Ny. Fista memberikan semangat.
Momen itu menjadi harapan baru bagi keluarga kecil tersebut yang selama tiga tahun menghadapi perjuangan panjang tanpa kepastian kapan anak mereka bisa mendapatkan penanganan yang layak.
Tindakan Nyata
Kisah Naufal bukan sekadar cerita tentang seorang anak yang sakit. Ini adalah potret keluarga sederhana yang membutuhkan kehadiran negara ketika kemampuan ekonomi tidak mampu menjangkau biaya pengobatan.Karena itu, pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi diharapkan tidak berhenti pada kunjungan dan pendataan.
Harapan terbesar keluarga Naufal adalah adanya tindakan nyata, mulai dari pemeriksaan medis menyeluruh, rujukan ke rumah sakit yang memiliki dokter spesialis anak atau bedah anak, hingga memastikan kebutuhan operasi dan perawatan lanjutan dapat dipenuhi.
Penanganan kondisi seperti Hirschsprung atau kelainan anorektal membutuhkan pemeriksaan dan penanganan oleh tenaga medis yang kompeten. Diagnosis pasti pun harus ditegakkan oleh dokter melalui pemeriksaan medis, bukan hanya berdasarkan dugaan keluarga.
Di tengah kondisi pengungsian, kebutuhan Naufal menjadi semakin mendesak. Anak itu membutuhkan perhatian khusus agar kondisi kesehatannya tidak semakin memburuk.
Naufal mungkin hanya seorang anak kecil dari sebuah keluarga sederhana di Nangahale.
Namun, perjuangannya mengingatkan bahwa di tengah bencana dan kesulitan hidup, masih ada anak-anak yang membutuhkan pertolongan untuk mendapatkan hak paling dasar: hidup sehat dan tumbuh sebagaimana anak-anak lainnya
Semoga kunjungan Ibu Asti Laka Lena dan Ny. Fista Sambuari Kago menjadi awal dari jalan panjang menuju kesembuhan agar Naufal kembali tersenyum.
Redaksi : Yuven Fernandez













