*Pesta Ratu Rosari Hari Ini: 30 Tahun Karya PRR Naob Kefamenanu Dari Panti Kusta Jadi RS Terakreditasi*
Kefamenanu, Fajar Aktual com Rabu 7 Oktober 2026
Hari ini, 7 Oktober, Gereja Katolik sejagat merayakan Pesta Santa Perawan Maria Ratu Rosario. Bagi Kongregasi Suster Putri Reinha Rosari (PRR), hari ini bukan sekadar peringatan liturgi, tapi Hari Ibu, Hari Lahir dan Hari Identitas.
Perayaan puncak di Naob Kefamenanu diawali dengan Misa Ekaristi kudus di Kapel Komunitas PRR Naob yang dipimpin oleh Romo Dery Saba, Pr. Misa berlangsung khidmat dengan dihadiri seluruh suster, tenaga kesehatan, pasien dan umat sekitar, sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Bunda Reinha selama 30 tahun karya di Naob.
Dalam homili singkatnya, Romo Dery Saba, Pr menekankan pernyataan Maria dalam Kitab Suci: Aku ini Hamba Tuhan, Jadilah Padaku Menurut PerkataanMu. Kalimat itu menjadi dasar spiritualitas PRR, yakni kerendahan hati, ketaatan total dan kesediaan menjadi alat penyelamatan Allah di tengah dunia yang terluka.
Kongregasi ini didirikan oleh Mgr. Gabriel Manek, SVD bersama Sr. Ibu Anfrida, http://S.SpS pada tahun 1958 di Larantuka. Nama Putri Reinha Rosari sendiri berarti Putri dari Ratu Rosario, dimana Reinha dalam bahasa Portugis berarti Ratu.
Mengapa istimewa bagi Suster PRR? Karena Ratu Rosario adalah identitas dan nafas kongregasi. Tanpa Maria, tidak ada PRR. Mereka secara total meneladani Maria sebagai Ratu, Bunda, dan Pelindung kongregasi, dengan Rosario sebagai senjata, jangkar dan jalan hidup.
Hal itu ditegaskan Sr. Wihelmin PRR dalam pernyataannya. Menurut Sr. Wihelmin, hari ini adalah hari yang istimewa dan dihormati secara khusus sebagai Bunda yang penuh kasih, penuh kesetiaan dan menjadi sumber kekuatan dalam setiap karya pelayanan, terutama di tempat yang sulit.
Makna Ratu Rosario bagi PRR yang pertama adalah Bunda yang Penuh Kasih dan Kesetiaan. Maria tidak menjadi Ratu karena mahkota emas, tapi karena kesetiaan total pada kehendak Allah, dari kandang Betlehem sampai kaki salib. Itulah yang dihidupi suster PRR di Naob.
Makna kedua adalah Bunda Pendoa. Rosario adalah doa yang diulang, sederhana, tapi penuh kekuatan. Para suster PRR menjadikan Rosario sebagai nafas harian dan doa wajib bersama di setiap komunitas, bukan hanya doa tambahan.
Makna ketiga adalah Bunda Pejuang. Sejarah Pesta Ratu Rosario lahir dari kemenangan armada Kristen di Lepanto tahun 1571 karena doa Rosario. Bagi PRR, Rosario bukan doa pasif, tapi senjata melawan kejahatan zaman: kemiskinan, kebodohan, dan hilangnya iman anak muda.
Karya nyata itu hadir di Naob, Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Selama 30 tahun, karya Putri Reinha Rosari Naob telah melewati badai yang selalu menghantui perjuangan demi mewujudkan karya penyelamatan Allah lewat kaum yang terpinggirkan.
Awalnya karya Naob lahir dari ketulusan bagi kaum penderita kusta yang dibuang dan dijauhi masyarakat. Dari sebuah panti kusta kecil yang sederhana, para suster merawat luka, memandikan, memberi makan dan mengembalikan martabat manusia yang hilang.
Perjuangan itu tidak mudah. Stigma masyarakat, keterbatasan obat, akses jalan yang sulit dan minimnya tenaga menjadi badai harian yang harus dilalui. Namun doa Rosario menjadi kekuatan yang membuat karya tetap bertahan.
Kini buah dari ketekunan itu mulai terlihat. Karya PRR Naob Kefamenanu berkembang menjadi Rumah Sakit yang telah melewati proses akreditasi sebanyak tiga kali.
Sr. Wihelmin PRR selaku Pimpinan Komunitas PRR Naob saat bersama Fajar Aktual menjelaskan, Rumah Sakit Lepra memperoleh akreditasi satu kali, sedangkan Rumah Sakit Umum memperoleh akreditasi dua kali, sehingga total menjadi tiga kali akreditasi.
Lanjut Sr. Wihelmin, akreditasi bukan soal piagam di dinding atau status semata, tapi pengakuan bahwa pelayanan untuk orang miskin pun harus bermutu, profesional dan penuh kasih, seperti yang diteladankan Bunda Maria Ratu Rosario.
Ditambahkan oleh Sr. Wihelmin PRR, kami di komunitas ada 7 suster, namun kami membagi tugas sesuai kebutuhan di komunitas, baik untuk pelayanan di rumah sakit, asrama, pastoral maupun doa.
Jika Bunda Maria dipercaya menjadi Ratu Surga dan dunia, maka para Putri Reinha dipanggil untuk menghadirkan Kerajaan itu lewat pendidikan, kesehatan, dan pastoral, dengan cara paling sederhana: senyum, sapaan, dan seuntai Rosario di tangan.
(@anafunan)













