*PEMERINTAH TTU SEPAKATI PENANGANAN JALAN LONGSOR NIBAAF SEBAGAI PRIORITAS APBD-P 2026*
Fajar Aktual. Sabtu 5 Mei 2026.
TIMOR TENGAH UTARA – Kondisi infrastruktur ruas jalan Oenak – Haekto di Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kerusakan parah akibat longsor di titik Nibaaf membuat akses utama masyarakat terputus dan sangat memprihatinkan.
Dalam Sidang Badan Anggaran DPRD TTU untuk pembahasan APBD Perubahan tahun 2026, pemerintah dan DPRD TTU telah menyepakati penanganan ruas jalan Oenak – Haekto. Titik longsor di tanjakan Desa Nibaaf menjadi prioritas utama pengerjaan awal.
Anggota DPRD TTU dari Fraksi Partai Nasdem, Arnold Rusae, menyampaikan bahwa usulan penanganan ruas jalan tersebut telah disetujui dalam sidang Banggar pada Jumat 4 September 2026.
“Kemarin dalam sidang Banggar kita sudah usul dan disetujui pemerintah untuk pengerjaan ruas jalan Oenak – Haekto. Untuk awal fokus di titik jalan longsor Nibaaf itu jadi prioritas,” tandas Arnold.
Menurut Arnold, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama masyarakat Noemuti Timur menuju Kota Kefamenanu. Noemuti Timur juga merupakan sentra produksi komoditas unggulan sektor pertanian dan peternakan, sehingga akses transportasi yang aman dan lancar sangat dibutuhkan. Selain itu, perbaikan jalan juga akan memudahkan akses pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pemerintahan.
“Kita bersama pemerintah sudah sepakat untuk perbaiki ruas jalan Oenak – Haekto karena sudah bertahun-tahun akses jalan menuju kota kecamatan sangat memprihatinkan, masyarakat sulit melintas,” ujarnya. Ia berharap dana pinjaman daerah dapat membantu percepatan peningkatan infrastruktur, termasuk penanganan lanjutan ruas jalan Oenak – Haekto.
Senada dengan itu, Anggota DPRD TTU Melki Fernandes dari Partai Perindo mengatakan, perbaikan akses transportasi ruas jalan Oenak – Haekto dan Operigi – Haekto juga telah diperjuangkan. Mengingat keterbatasan fiskal daerah, penanganan dilakukan secara bertahap.
“Ruas jalan Oenak – Haekto menjadi prioritas karena paket Nibaaf melintasi kawasan hutan sehingga butuh izin dari pemerintah pusat. Tahun ini dinas teknis sudah mulai perencanaan sedangkan pekerjaan fisiknya nanti tahun depan,” jelas Melki.
Dinas teknis Pemerintah Kabupaten TTU dijadwalkan segera memulai tahap perencanaan untuk penanganan longsor Nibaaf, sementara pelaksanaan fisik di lapangan ditargetkan mulai tahun depan.
( anafunan)













