Kupang. FajarAktual. Com
Pameran Arsip Publik MEREKAM KOTA 2026 resmi dibuka, Sabtu, 3 Oktober 2026. Pameran ini terbuka untuk umum dan dilaksanakan di de Museum Cafe JKK, Kelurahan Lai Lai Bisi Kopan, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pembukaan ini menandai dimulainya rangkaian pameran yang akan berlangsung dari tanggal 3 hingga 17 Oktober 2024, setiap hari mulai pukul 17.00-22.00 WITA. 
Dengan konsep kuratorial yang lebih luas dari tiga pameran sebelumnya, tema pinggir piring melihat bagaimana sejarah dan perkembangan Kota Kupang dari waktu ke waktu dibentuk oleh migrasi dan kerja, yang tidak terlepas dari pengalaman tubuh. MEREKAM KOTA 2026 mengajak publik melihat bagaimana migrasi, pekerjaan, dan tubuh turut membentuk wajah Kota Kupang.
Pembukaan pameran dihadiri oleh sejumlah pihak terkait. Salah satunya, Pdt. Olfi Magang-Mooy, S.Th, M.Hum selaku ketua majelis jemaat Gereja Kota Kupang yang menaungi De Museum Cafe JKK, venue pameran MEREKAM KOTA 2026. Menurutnya, MEREKAM KOTA adalah warisan dan regenerasi. “Sekarang kalian merekam kami. Masa yang kami lewati, yang tidak bisa kami tulis tapi anak-anak kami ini yang tulis. Di masa depan kalianlah yang akan direkam oleh generasi selanjutnya.” 
Dalam sambutannya, Pdt. Olfi berbagi pengalaman dengan salah satu tokoh pinggir piring yang diangkat MEREKAM KOTA 2026. Mama Martina, koster perempuan sekaligus buruh cuci ketika Pdt. Olfi menjabat sebagai pendeta di Jemaat Tiberias TDM.
Pengalaman ini menjadi bagian dari pengalaman ketubuhan. Tubuh yang hadir bukan sekadar hadir sebagai objek dalam arsip, tetapi membawa pengalaman, ingatan, kerja, dan perjalanan hidup yang membentuk kota.
MEREKAM KOTA 2026 juga resmi dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang, Frengki Amalo, S. Sos., M.M. Dalam sambutannya, Frengki Amalo menyampaikan apresiasi bagi Pameran MEREKAM KOTA dan mengingatkan para pengunjung mengenai Kota Kupang bukan tentang apa yang akan dibangun, melainkan siapa yang akan merawat cerita dari setiap warga yang layak dikenang. 
MEREKAM KOTA berusaha menampilkan unsur memori, ruang, dan imajinasi. Aspek memori dapat ditemui lewat arsip keluarga, pengantar sejarah wilayah, dan karya seniman LAB INGATAN yang merespon sejarah ruang. Aspek ruang terlihat dari tulisan mengenai tokoh-tokoh yang diangkat ceritanya di setiap ruang penelitian, dan karya instalasi MEREKAM KOTA. Aspek imajinasi muncul dalam dua lapis. Imajinasi apa yang dibayangkan sebelum datang ke Kupang, dan imajinasi apa yang dibayangkan ketika sudah mengalami Kupang. 9 tulisan penelitian, 3 karya seniman Lab Ingatan dan beberapa arsip dari ketiga ruang penelitian dapat ditemui dalam pameran ini, seperti:
Tulisan Berlayar dan Berbaur, Bolelebo Pelabuhan Tenau Lelebo, Manusia-manusia Pinggir, Karang Dempel yang Telah Redup, Lapak Penghargaan, Mesin tanpa Seragam, Merajut Karir di Ruang Domestik, Manajer Jalanan, dan Liliba di Tepian TDM. Selain itu, ada 4 foto dokumenter yang berdampingan dalam mendokumentasikan tokoh pinggir piring MEREKAM KOTA.
Salah satu pengunjung, Ivan Baowolo mengatakan melalui pameran ini ia baru mengetahui informasi terkait tempat tinggalnya Tuak Daun Merah (TDM).
“Beta anak TDM, ini kali banyak hal yang baru beta tahu, kayak kenapa banyak orang Rote di TDM.” Ujarnya. Ia juga berharap MEREKAM KOTA dapat menggambarkan dengan jelas sudut-sudut ruang yang dijelaskan dalam tulisan wilayah khususnya TDM agar pengunjung tidak hanya membaca tetapi dapat membayangkan.
Seluruh cerita pengarsipan, penelitian, dan proses pengkaryaan dalam MEREKAM KOTA 2026 pinggir piring: Tubuh, Kerja dan Migrasi Pinggir–Pusat dapat ditemukan secara lengkap di de Museum Cafe JKK, Kelurahan Lai Lai Bisi Kopan, Kota Kupang, 3-17 Oktober 2026.
Redaksi: Yuven Fernandez













