Minahasa, Fajaraktual.com
Pa’Dior Cultural Center di Tompaso, Kabupaten Minahasa, menjadi saksi hangatnya pertemuan lintas budaya antara Pemerintah Kabupaten Minahasa dan Konsulat Jenderal Filipina di Manado. Kunjungan yang berlangsung Senin ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi momentum memperkuat diplomasi budaya antara dua bangsa serumpun di kawasan Asia Tenggara.
Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, SS menyambut langsung Konsul Jenderal Filipina Mary Jennifer Domingo Dingal, didampingi Konsul Muda Manfred Neale M. Manalo beserta jajaran konsulat. Turut hadir para camat dari Tompaso dan Kawangkoan Utara, mewakili pemerintah daerah yang ikut berbangga menampilkan kekayaan budaya Minahasa.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan Filipina diajak menelusuri galeri budaya Pa’Dior—sebuah pusat pelestarian seni dan warisan lokal yang hidup. Mereka menyaksikan ragam tarian tradisional, alat musik khas Minahasa, serta kerajinan tangan yang menyimpan kisah panjang leluhur daerah. Sejumlah kesamaan budaya antara Minahasa dan Filipina pun menjadi bahan diskusi hangat, dari gaya tari hingga filosofi gotong royong dalam adat masing-masing.
Konsul Jenderal Dingal mengungkapkan kekagumannya terhadap Pa’Dior Cultural Center, yang menurutnya memiliki semangat serupa dengan museum nasional di negaranya.
“Tempat ini bukan hanya memamerkan budaya, tetapi menghidupkannya. Kami melihat potensi besar untuk kolaborasi festival budaya bersama yang dapat menarik wisatawan dari kedua negara,” ujarnya antusias.
Sementara itu, Wakil Bupati Vanda Sarundajang menegaskan pentingnya memperkuat hubungan bilateral melalui jalur budaya.
“Minahasa dan Filipina memiliki akar sejarah yang sama. Melalui kerja sama budaya, kita dapat membangun jembatan baru menuju pariwisata yang berkelanjutan,” tuturnya.
Selain tur galeri, kegiatan juga diisi dengan presentasi interaktif—rombongan Filipina mencoba memainkan alat musik tradisional Minahasa serta berdialog mengenai pelestarian budaya di era digital. Para camat turut berbagi pengalaman tentang peran Pa’Dior sebagai ruang edukasi bagi generasi muda, agar nilai-nilai tradisi tidak terkikis oleh modernisasi.
Konsul Muda Manalo menilai kegiatan ini sebagai langkah awal kolaborasi yang lebih luas, termasuk kemungkinan program pertukaran pelajar budaya dan penyelenggaraan event bersama.
“Kami berharap kerja sama ini bisa mendorong peningkatan kunjungan wisata dari Filipina ke Minahasa dan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat lokal,” katanya.
Kunjungan diakhiri dengan sesi foto bersama dan pesan harapan dari Wakil Bupati Vanda Sarundajang.
“Hari ini kita menanam benih persahabatan. Semoga kelak tumbuh menjadi kolaborasi nyata yang memperkaya budaya Minahasa dan Filipina,” ucapnya penuh makna.
Suasana hangat dan penuh persaudaraan di Pa’Dior Cultural Center hari itu menegaskan satu hal: budaya bukan sekadar warisan, tetapi bahasa universal yang mampu menyatukan bangsa-bangsa.
(Ivan)













