MINAHASA, Fajaraktual.com
Riuh tepuk tangan dan sorak sorai penonton menyatu dengan derap langkah kuda yang melaju kencang di Gelanggang Pacuan Kuda Maesa, Tompaso, Minahasa, Sabtu (3/1/2026). Di awal tahun yang masih sejuk, Kejuaraan Pacuan Kuda New Year Cup 2026 menghadirkan atmosfer meriah yang melampaui sekadar kompetisi olahraga.
Ajang ini menjelma menjadi ruang temu antara tradisi dan sportivitas, sekaligus simbol harapan baru bagi masyarakat Sulawesi Utara. Ribuan warga dari berbagai daerah memadati arena, menikmati perlombaan yang telah lama menjadi bagian dari denyut budaya Minahasa.
Di tengah antusiasme tersebut, Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, SS (VaSung) tampak mendampingi Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE. Keduanya menyapa masyarakat, berbaur dengan komunitas pacuan kuda, serta memberikan dukungan langsung kepada para atlet dan panitia pelaksana.

Menurut VaSung, pacuan kuda memiliki makna yang lebih dalam bagi masyarakat Minahasa.
“Pacuan kuda bukan hanya olahraga, tetapi juga bagian dari identitas dan budaya masyarakat Minahasa yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” ujarnya di sela kegiatan.
Kejuaraan ini tak hanya menjadi hiburan rakyat dalam rangka menyambut Tahun Baru 2026, tetapi juga berfungsi sebagai wadah pembinaan atlet pacuan kuda daerah, sekaligus sarana memperkuat kebersamaan masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mendukung penyelenggaraan event olahraga tradisional yang memiliki dampak luas.
“Event seperti ini memiliki daya tarik besar. Jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan, Tompaso berpotensi menjadi magnet sport tourism yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Camat Kawangkoan, serta Camat Tompaso. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menjadi simbol dukungan nyata terhadap olahraga rakyat yang sarat nilai budaya dan menyimpan potensi ekonomi bagi daerah.
(Ivan)













