Misi Kemanusiaan Pendidikan: 12 Anak Putus Sekolah di Talibura Kembali Menganyam Impian di SMPK St. Antonius Boganatar
Boganatar, Sikka. FajarAktual.Com
Haru dan bahagia mewarnai suasana SMPK St. Antonius Boganatar pada Senin pagi (31/8/2026). Sebanyak 12 anak yang sebelumnya terancam putus sekolah (drop out) resmi memulai hari pertama mereka sebagai siswa baru.
Momen bersejarah ini ditandai dengan penyerahan bantuan berupa seragam, tas, dan alat tulis yang diserahkan langsung oleh Pengawas SMPK St. Antonius Boganatar mewakili Plt. Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko, S.Pt., Camat Talibura Fransiskus Ismael, SE., Anggota DPRD Dapil 3, Adeodatus, dan PJ Desa Udek Duen, Aloysius Anus.
Ke-12 anak tersebut terdiri dari 7 lulusan SD Natar Mude dan 5 lulusan SD Watutena yang sebelumnya tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.
Berbagai faktor seperti jarak sekolah yang jauh, keterbatasan ekonomi, serta rendahnya minat belajar akibat keterbatasan kemampuan membaca dan menulis sempat memupus harapan mereka untuk melanjutkan sekolah.
Kembalinya anak-anak ini ke bangku sekolah merupakan buah dari perjalanan panjang dan kepedulian bersama. Berawal dari pendataan lapangan pada awal Agustus 2026 oleh Pengawas SMP, Ana Aprila, S.Pd., M.Pd., yang prihatin melihat kondisi tersebut. Ia kemudian menggalang koordinasi intensif bersama PJ Kepala Desa Udek Duen, Camat Talibura, Pak Adeodatus Angota DPRD dapil 3, dan Dinas PKO Kabupaten Sikka.
Melalui pendekatan persuasif kepada para orang tua dan anak pada Jumat (28/8/2026), kesepakatan besar akhirnya tercapai: anak-anak tersebut bersedia kembali bersekolah. Pada Senin pagi, PJ Desa Udek Duen memobilisasi langsung anak-anak menuju SMPK St. Antonius Boganatar dan disambut hangat oleh Kepala Sekolah, Nikodemus Pedor, S.Pt., para guru dan serta Pengawas Pembina, Ana Aprila, S.Pd., M.Pd. 
“Saya sangat senang dan lega akhirnya bisa kembali bersekolah,” ungkap Hans, salah satu siswa baru, dengan mata berbinar.
Kebahagiaan mendalam juga dirasakan oleh Pak Oris dan Pak Nesta, guru SMPK Antonius Boganatar yang turut aktif mendata anak-anak tersebut di lapangan bersama pengawas. Isak tangis haru dari para orang tua turut menyelimuti acara penyerahan bantuan saat melihat putra-putri mereka kembali mengenakan seragam sekolah.
Langkah kolaboratif antara pengawas sekolah, pemerintah desa, kecamatan, Dinas PKO dan Anggota DPRD Sikka ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi dan tantangan geografis tidak boleh memadamkan hak anak-anak Sikka untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Mereka bersepakat untuk memastikan 12 anak ini bersekolah sampai tamat SMPK St. Antonius Boganatar.
Redaksi : Yuven Fernandez













