Longsor di Desa Naob, Akses Utama Kecamatan Noemuti Timur Putus Total, 11 Rumah Terancam Relokasi
Kefamenanu, TTU – FajarAktual.com
Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara pada Minggu (22/2/2026) memicu terjadinya longsor di Desa Naob, Kecamatan Noemuti Timur. Bencana ini menyebabkan akses jalan utama menuju pusat kecamatan putus total dan mengancam sedikitnya 11 unit rumah warga.

Longsor terjadi di RT 12 Desa Naob, tepat di titik yang sebelumnya juga mengalami pergerakan tanah pada tahun 2025. Material tanah dan bebatuan yang terus bergerak membuat badan jalan amblas dan tidak lagi dapat dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi tersebut mengisolasi sementara aktivitas masyarakat serta menghambat distribusi logistik dan pelayanan publik.
BPBD TTU: Jalan Alternatif Segera Ditingkatkan
Pelaksana Harian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah TTU (BPBD TTU), Velismino Askeli, S.Sos., menyatakan pihaknya telah turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan serta berkoordinasi dengan Dinas PUPR guna penanganan darurat.
“Kondisi jalan menuju Kecamatan Noemuti Timur memang putus total. Jalan alternatif yang ada saat ini sangat berlumpur dan sulit dilintasi kendaraan sehingga perlu segera dilakukan peningkatan,” ujar Askeli.
Menurut data sementara BPBD TTU, sebanyak 11 unit rumah warga di Desa Naob berada dalam zona rawan dan terancam terdampak longsor susulan. Pergerakan tanah masih terus terjadi karena di bawah permukaan tanah terdapat aliran air yang menyebabkan struktur tanah menjadi labil.

“Tanah terus bergeser karena di bawahnya terdapat banyak sumber air. Demi keselamatan warga, 11 rumah yang terancam ini perlu direlokasi,” tegasnya.
Selain di RT 12, longsor juga dilaporkan terjadi di RT 09 Desa Naob dan jaraknya semakin mendekati permukiman. BPBD mendorong percepatan pemasangan bronjong dan penanganan teknis lainnya untuk menahan laju pergerakan tanah.
Pemerintah Kecamatan Turun Tangan
Camat Noemuti Timur, Hironimus Rusae, S.IP., M.A.P., mengatakan pihak kecamatan bersama personel Polres TTU turut membantu peningkatan jalan alternatif yang sebelumnya telah dibuka oleh Dinas PUPR TTU pada 2025.
“Peningkatan jalan ini penting agar aktivitas masyarakat dan pelayanan pemerintahan tetap berjalan normal. Akses menuju fasilitas publik, khususnya layanan kesehatan saat kondisi darurat, harus tetap terbuka,” jelas Hironimus.
Ia menambahkan, pihak kecamatan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat keamanan guna memastikan keselamatan warga dan meminimalisir risiko korban jiwa.
Antisipasi Longsor Susulan
Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan intensif mengingat curah hujan di wilayah TTU masih tergolong tinggi dalam beberapa hari terakhir. Warga yang tinggal di sekitar lokasi rawan diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila terjadi retakan tanah atau tanda-tanda pergerakan tanah lanjutan.
Bencana ini kembali menjadi peringatan serius akan pentingnya mitigasi bencana berbasis wilayah rawan longsor, khususnya di kawasan perbukitan dengan kondisi tanah labil seperti di Desa Naob.
Redaksi: Yuven Fernandez













