Kapal M Y Paspaley Pearl Sandar di Laurentius Say Maumere, Bawa Puluhan Wisatawan Kunjungi Sanggar Budaya
Maumere, Sikka. FajarAktual.com
Kapal M.Y. Paspaley Pearl sandar di pelabuhan Laurentius Say Maumere pada Sabtu, (7/2/2026). Kapal berbendera Marshall Island membawa puluhan penumpang dan crew kapal.

Kapal M.Y. Paspaley Pearl berlayar dari Lembata menuju Ngada dengan Maumere sebagai salah satu destinasi persinggahan.
General Manajer Pelindo Maumere, Angga Adi Prebawa mengatakan, para wisatawan berkunjung ke objek wisata sanggar Lepo Lorun, kecamatan Nita.
“Mereka mengunjungi objek wisata tersebut untuk menyaksikan atraksi proses tenun ikat, menyewa pakaian adat untuk berfoto serta membeli produk tenun, ” kata ujarnya kepada media ini, Sabtu (7/2/2026) di sela-sela kunjungan kapal.

Menurut Angga, kunjungan kapal M.Y. Paspaley Pearl merupakan kali ketiga di tahun 2026. Kunjungan pertama pada 07 Januari 2026 dengan jumlah penumpang ada 21 orang.
Kedua pada 30 Januari 2026, dengan penumpang ada 10 orang. Ketiga pada 07 Februari 2026, penumpang 16 orang. Total penumpang ada 157 orang.
“Secara bookingan, kapal pesiar M.Y. Paspaley Pearl ini lima kali dijadwalkan berkunjung ke Maumere di tahun 2026, ” ujar dia.
Angga menyebut, jumlah wisatawan mengalami penurunan di tahun 2026, karena ukuran kapal pesiar lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya, dimana ukuran kapal lebih besar.

“Rata-rata di tahun sebelumnya jumlah penumpang yang turun sekitar 120 an orang. Kali ini hanya 16 orang, ” ujarnya.
Pelindo akan melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait untuk meningkatan kunjungan kapal pesiar asing ke kabupaten Sikka.
“Upaya ini tujuannya untuk mendongkrak pariwisata dan ekonomi lokal melalui kunjungan wisatawan mancanegara, ” tegas Angga.
Ia mengatakan, sejauh ini belum ada keluhan dari agen, travel maupun wisatawan terkait pelayanan yang ada di pelabuhan Laurentius Say Maumere.
“Pelayanan operasional di pelabuhan Laurentius Say Maumere dinilai berjalan dengan baik, dan kondusif mendukung kenyamanan bagi para pengguna transportasi laut, ” tegas Angga.
Kata Angga, selama ini wisatawan hanya mengunjungi dua objek wisata yakni Sanggar Budaya Bliran Sina Watublapi kecamatan Hewokloang dan Sanggar Budaya Doka Tawa Tana di kecamatan Bola.
Pihaknya sudah sering melakukan koordinasi dengan dinas pariwisata, dan pelaku pariwisata agar melakukan upaya penganekaragaman wisata.
Tujuannya untuk mempromosikan destinasi alternatif dari 100 an destinasi wisata yang ada, guna menciptakan promosi yang lebih variatif, tidak hanya berfokus pada dua objek wisata itu saja.
“Saya yakin semua destinasi itu punya keunggulannya yang bisa menarik minat wisatawan mancanegara untuk datang berkunjung ke kabupaten Sikka, ” tutup Angga.
Redaksi : Yuven Fernandez













