Kadis Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Ikuti Diklat Manajemen Perpustakaan Nasional, Satu-satunya Peserta dari NTT
Maumere, Sikka. FajarAktual. Com
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, saat ini sedang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Manajemen Perpustakaan yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung selama 14 hari, mulai 8 hingga 29 Juni 2026, dan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting.
Diklat berlangsung setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga pkl. 16.00 WIB dengan total beban pembelajaran mencapai 70 jam pelajaran. Hingga Senin, 17/06/2026, pelaksanaan diklat telah memasuki hari keenam.
Menariknya, dari seluruh Indonesia hanya 40 peserta yang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti Diklat Manajemen Perpustakaan Angkatan I Tahun 2026. Para peserta berasal dari berbagai perpustakaan umum dan perpustakaan khusus di Indonesia yang telah melalui proses seleksi ketat.
Untuk wilayah Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Sikka menjadi satu-satunya daerah yang mengirimkan peserta dan berhasil lolos mengikuti pelatihan bergengsi tersebut.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan sehingga dirinya dapat mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas tersebut.
“Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh ASN di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka yang tetap menjaga komitmen pelayanan selama saya mengikuti diklat. Dukungan dan kerja sama yang baik dari seluruh jajaran menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas dalam pengelolaan perpustakaan,” ujar Very Awales kepada media ini Rabu (17/06/2026)
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bapak Bupati Sikka, Bapak Wakil Bupati Sikka, Bapak Sekda Sikka, Bunda Literasi Kabupaten Sikka, Pokja Bunda Literasi Kabupaten Sikka, serta para Bunda Literasi Kecamatan dan Kelurahan yang selama ini terus bersinergi dalam menggerakkan budaya literasi di Kabupaten Sikka.
Menurut Very Awales, keikutsertaannya dalam Diklat Manajemen Perpustakaan merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang perpustakaan guna menjawab tantangan perkembangan informasi dan transformasi layanan perpustakaan di era digital.
“Melalui diklat ini, kami memperoleh berbagai pengetahuan dan strategi terbaru terkait manajemen perpustakaan, pengembangan layanan, tata kelola kelembagaan, inovasi literasi, hingga transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Ilmu yang diperoleh nantinya akan menjadi bekal penting untuk terus meningkatkan kualitas layanan perpustakaan bagi masyarakat Kabupaten Sikka,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa perpustakaan saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat membaca dan meminjam buku, tetapi telah berkembang menjadi pusat pembelajaran masyarakat, pusat informasi, serta ruang pengembangan kreativitas dan peningkatan kapasitas masyarakat.
Karena itu, hasil pelatihan yang diperoleh akan diimplementasikan dalam berbagai program pengembangan perpustakaan daerah, termasuk penguatan perpustakaan desa, perpustakaan sekolah, taman baca masyarakat, serta peningkatan budaya baca dan literasi di Kabupaten Sikka.
Very Awales berharap dukungan dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar gerakan literasi di Kabupaten Sikka semakin maju dan mampu melahirkan masyarakat yang cerdas, kreatif, serta berdaya saing.
“Literasi adalah fondasi pembangunan sumber daya manusia. Dengan dukungan semua pihak, saya optimistis perpustakaan di Kabupaten Sikka akan semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Redaksi : Yuven Fernandez













