*Jenazah PMI Asal TTU Tiba di Kupang Usai 13 Tahun Bekerja di Luar Negeri*
Fajar Aktual 10 Juli 2026
KUPANG — Jenazah Agata Neno, Pekerja Migran Indonesia asal Kabupaten Timor Tengah Utara tiba di Bandar Udara El Tari Kupang pada Jumat (10/07/2026) pukul 06.00 WITA. Kepulangan jenazah menjadi perhatian keluarga besar di Desa Baik A, Kecamatan Bikomi Utara.
Almarhumah Agata Neno berangkat bekerja ke luar negeri sejak 13 tahun lalu. Selama bekerja, almarhumah dikenal sebagai pribadi pekerja keras yang mengirimkan hasil jerih payahnya untuk keluarga di kampung halaman.
Jenazah diterbangkan menggunakan pesawat Citilink QG 602 dari negara penempatan menuju Kupang. Proses pemberangkatan hingga tiba di Indonesia dikoordinasikan oleh pihak perwakilan RI bersama BP3MI NTT.
Setibanya di Bandara El Tari, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga yang didampingi petugas BP3MI NTT. Hadir pula perwakilan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta aparat keamanan untuk memastikan proses berjalan lancar dan penuh penghormatan.
BP3MI NTT menyampaikan bahwa seluruh dokumen kepulangan telah dilengkapi sesuai prosedur. Pemulangan jenazah PMI menjadi salah satu bentuk perlindungan negara terhadap warga negara yang bekerja di luar negeri.
Dari bandara, jenazah kemudian diberangkatkan menuju rumah duka di Desa Baik A, Kecamatan Bikomi Utara. Rencananya jenazah akan disemayamkan dan dimakamkan dengan upacara adat setempat.
Pemerintah Kabupaten TTU melalui dinas terkait menyatakan siap mendampingi keluarga selama masa duka. Bantuan administratif dan fasilitasi pemakaman juga disiapkan agar keluarga tidak terbebani.
Keluarga besar Agata Neno menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses pemulangan. Mereka berharap almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan menyeluruh bagi PMI, mulai dari pemberangkatan, masa bekerja, hingga pemulangan. Negara dan masyarakat diharapkan terus hadir mendampingi para pekerja migran dan keluarganya.
Ana Funan













