Kawangkoan – Fajaraktual.com 01/11/2025
Antrian panjang kendaraan berplat luar daerah kembali terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kawangkoan. Pantauan media di lokasi memperlihatkan deretan mobil yang mengular hingga ke badan jalan, sebagian besar berasal dari luar wilayah Minahasa.

Fenomena ini memunculkan dugaan adanya praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan, sejumlah kendaraan melakukan pembelian berulang (tab) dan diduga menjual kembali solar tersebut dengan harga lebih tinggi di luar SPBU.
Sejumlah sopir angkutan lokal mengaku dirugikan oleh kondisi ini. Mereka kerap kehabisan solar karena stok habis lebih cepat akibat banyaknya kendaraan dari luar daerah yang antre.
> “Kami yang setiap hari bekerja butuh solar, tapi sering tidak kebagian karena banyak kendaraan dari luar yang antre. Diduga mereka beli untuk dijual lagi,” ujar salah satu sopir truk asal Kawangkoan yang enggan disebutkan namanya.
Keresahan warga ini juga mendapat perhatian dari sejumlah tokoh masyarakat. Mereka mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memeriksa kendaraan yang dicurigai melakukan penimbunan.
> “Kalau dibiarkan, masyarakat kecil yang benar-benar membutuhkan justru jadi korban. Pemerintah dan aparat harus bertindak tegas agar praktik seperti ini tidak terus terjadi,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.
Masyarakat berharap pengawasan distribusi BBM bersubsidi, khususnya solar, dapat diperketat guna memastikan penyalurannya tepat sasaran serta mencegah praktik curang yang merugikan masyarakat luas.
(Red)













