MINAHASA, 13 Desember 2025 Fajaraktual.com
Sejumlah warga Tondano kembali menyuarakan kekecewaan mereka terhadap kinerja aparat penegak hukum terkait dugaan aktivitas mafia solar bersubsidi yang dikaitkan dengan seorang pria berinisial J atau Josua. Aktivitas itu diduga berlangsung di wilayah Tondano, khususnya di area Galian C, yang menurut sumber masyarakat telah lama dijadikan lokasi penampungan.
Informasi yang dihimpun awak media menyebutkan bahwa warga telah memberikan bukti A1 terkait aktivitas dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut. Namun hingga kini, menurut warga, belum ada tindak lanjut tegas dari aparat terkait.
“Kami sudah memberikan bukti yang kuat, tapi sampai hari ini tidak ada tindakan. Di SPBU Tondano masih terlihat banyak kendaraan yang disebut-sebut milik J mengantre solar. Kami berharap APH tidak tutup mata,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya karena alasan keamanan.
Warga juga menyoroti kinerja Kasat Reskrim Polres Minahasa, yang menurut mereka belum menunjukkan langkah konkret dalam menindak dugaan mafia solar tersebut. Sejumlah warga bahkan meminta agar Kasat Reskrim mundur dari jabatannya bila tidak mampu menangani kasus ini.
“Gaji APH sudah besar, tunjangannya juga jelas. Jadi kami berharap mereka menjalankan tugas dengan profesional, bukan malah masuk angin. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan,” tegas seorang warga lainnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Polres Minahasa belum memberikan keterangan resmi terkait desakan warga tersebut. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut guna mendapatkan penjelasan dari pihak kepolisian mengenai perkembangan penanganan dugaan mafia solar yang terjadi di wilayah Tondano.
(**)













