MENCEKAM! Puluhan Motor Diduga Konvoi Bawa Busur di Kapasa Raya, Warga Bontojai Nyaris Jadi Korban
MAKASSAR – Situasi keamanan di kawasan Jalan Poros Kapasa Raya kembali menjadi perhatian setelah sekelompok pengendara sepeda motor dilaporkan melintas secara bergerombol pada Selasa malam (13/10/2026), sekitar pukul 20.00 WITA. Rombongan yang diperkirakan mencapai 20 unit sepeda motor itu disebut berboncengan tiga orang dan diduga membawa senjata tajam serta busur.
Peristiwa tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Berdasarkan informasi yang diterima, aksi konvoi itu membuat warga khawatir akan kemungkinan terjadinya penyerangan maupun tindak kekerasan di lingkungan mereka.
Respons Cepat Kaperwil Sulsel dan Resmob Tamalanrea
Mendapatkan laporan melalui telepon dari warga setempat, Kaperwil Sulsel Media Fajar Aktual segera menghubungi anggota Resmob Polsek Tamalanrea untuk menyampaikan informasi terkait situasi yang dinilai meresahkan tersebut.
Anggota Resmob Polsek Tamalanrea yang dipimpin langsung oleh Kanit Resmob, Ipda Ilham Saputra, kemudian bergerak melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diinformasikan warga.
Petugas menyisir hingga kawasan Jalan Talasa City dan selanjutnya menuju Jalan Poros Kapasa Raya. Dalam upaya tersebut, aparat bersama warga berusaha memantau situasi dan memastikan kondisi keamanan di lokasi.
Warga Bontojai Disebut Nyaris Menjadi Korban
Di tengah situasi tersebut, seorang warga Bonto Jojai bernama Aksan, yang dikenal dengan sapaan Mambor, dilaporkan nyaris menjadi korban dari rombongan pengendara tersebut.
Menurut informasi yang diterima, Aksan sempat menyelamatkan diri dengan berlari masuk ke rumah warga demi menghindari potensi bahaya.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius bahwa dugaan konvoi kelompok bermotor yang membawa senjata tajam tidak boleh dianggap sepele, terlebih apabila sampai mengancam keselamatan masyarakat.
Meski demikian, dugaan kepemilikan senjata dan kronologi lengkap kejadian tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Warga Minta Keamanan Kapasa Raya Menjadi Perhatian Serius
Keresahan masyarakat di kawasan Poros Kapasa Raya membutuhkan perhatian dan langkah nyata dari aparat keamanan. Warga berharap patroli rutin ditingkatkan, khususnya pada malam hari dan di titik-titik yang dinilai rawan.
Masyarakat juga meminta agar setiap laporan mengenai dugaan konvoi bersenjata ditindaklanjuti secara profesional, termasuk dengan mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat apabila ditemukan bukti pelanggaran hukum.
Keamanan jalan umum merupakan hak seluruh masyarakat. Warga seharusnya dapat beraktivitas dan melintas tanpa dibayangi rasa takut terhadap ancaman kekerasan.
Aparat Diharapkan Mengusut dan Mencegah Kejadian Berulang
Peristiwa yang dilaporkan terjadi di Kapasa Raya ini perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Langkah cepat menerima laporan dan melakukan penyisiran patut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan, tetapi tindak lanjut berupa pemeriksaan fakta, pencegahan, serta penegakan hukum tetap diperlukan apabila ditemukan unsur pidana.
Pihak kepolisian diharapkan memberikan penjelasan mengenai hasil penanganan kejadian tersebut, termasuk memastikan kebenaran informasi tentang jumlah kendaraan, dugaan senjata yang dibawa, serta laporan warga yang disebut nyaris menjadi korban.
Masyarakat diimbau tetap waspada, tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan melalui saluran resmi kepolisian.
Kaperwil Sul-Sel Pudding













