DIDUGA GUNAKAN TANGKI MODIFIKASI 200 LITER, PENGISIAN SOLAR DI SPBU ROONG DIKELUHKAN WARGA
TONDANO — fajaraktua.com
Praktik pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi di SPBU Roong, Tondano, Minahasa, kembali menjadi sorotan. Warga mempertanyakan adanya kendaraan yang diduga menggunakan tangki tambahan atau tangki modifikasi berkapasitas sekitar 200 liter yang terpasang di sisi kiri kendaraan.
Keberadaan tangki tambahan tersebut memunculkan dugaan adanya upaya pengisian Solar bersubsidi dalam jumlah besar. Warga menilai praktik semacam itu perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi mengurangi kesempatan masyarakat dan sopir lain yang membutuhkan Solar untuk kegiatan operasional sehari-hari.
Berdasarkan keterangan warga di sekitar lokasi, antrean kendaraan untuk mendapatkan Solar bersubsidi kerap terjadi. Namun, stok disebut cepat habis ketika terdapat kendaraan yang melakukan pengisian dalam jumlah besar atau berulang.
“Antrean Solar selalu panjang dan cepat habis. Kami melihat ada kendaraan yang menggunakan tangki tambahan di samping mobil dengan kapasitas yang diduga mencapai sekitar 200 liter. Ada juga kendaraan jenis Panther yang diduga melakukan pengisian berulang,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Warga mempertanyakan pengawasan terhadap pola pengisian tersebut. Jika benar terdapat pengisian berulang maupun penggunaan tangki modifikasi untuk menampung Solar bersubsidi dalam jumlah besar, masyarakat meminta agar hal tersebut segera diperiksa dan dipastikan apakah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Bukan Sekadar Antrean, Pengawasan Dipertanyakan
Persoalan ini bukan hanya menyangkut panjangnya antrean. Penggunaan tangki tambahan berkapasitas besar juga menimbulkan pertanyaan mengenai aspek keselamatan kendaraan serta kepatuhan terhadap ketentuan distribusi BBM bersubsidi.
Karena itu, warga meminta pihak terkait tidak hanya melakukan pemeriksaan secara administratif, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk memastikan bagaimana proses pengisian Solar berlangsung, berapa volume yang diisi, serta apakah kendaraan yang bersangkutan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Masyarakat mendesak Pertamina, BPH Migas, dan aparat kepolisian setempat melakukan inspeksi mendadak di SPBU Roong guna memastikan tidak terjadi penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Jika dalam pemeriksaan ditemukan pelanggaran, warga berharap tindakan tegas diberikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Sebaliknya, apabila dugaan tersebut tidak terbukti, pihak terkait juga perlu memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan prasangka di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, dugaan penggunaan tangki modifikasi dan pengisian berulang tersebut masih memerlukan verifikasi dari pihak berwenang dan klarifikasi dari pengelola SPBU maupun pemilik kendaraan yang dimaksud.
Redaksi













