Petrus Yakobus Sorowea Nahkodai SMA Negeri 2 Maumere : Tegakkan Disiplin, Tingkatkan Mutu Pendidikan
Maumere, FajarAktual. Com
Pelantikan dan pengambilan sumpah / janji jabatan Kepala Sekolah jenjang SMA/ SMK / SLB Lingkungan Pemerintahan Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2026 pada Rabu 25 Maret 2026 di Kupang ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dari sederetan Kepala Sekolah yang dilantik salah satunya adalah Petrus Yakobus Sorowea, S.Fil asal Maumere Kabupaten Sikka Flores NTT.
Petrus mendapatkan kepercayaan dari Gubernur NTT untuk memimpin SMA Negeri 2 Maumere yang biasa disebut Smandu Maumere. “Saya bersyukur bisa mendapatkan kepercayaan memimpin Smandu. Ke depan bisa meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Sikka umumnya dan di Smandu Maumere khususnya, ” ungkap Petrus usai pelantikan Rabu ( 25/3/2026).
Petrus menegaskan pula dirinya akan berusaha sekuat tenaga untuk meningkatkan prestasi sekolah baik akademis maupun non akademis. Selain itu disiplin adalah “harga mati” karena menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter, adab dan martabat pendidikan.
“Disiplin bukan sekedar menaati tata tertib melainkan wujud tanggungjawab dan teladan untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif. Tanpa disiplin proses pendidikan akan kehilangan jiwanya, ” tandas Petrus.
Jebolan IFTK Ledalero tahun 1999 ini lebih jauh menegaskan pendidikan tidak hanya fokus mengandalkan kecerdasan intelektual melulu tapi berdampak menyeluruh, dengan ketiga aspek yang seimbang seperti kemampuan berpikir ( kognitif), sikap dan karakter ( afektif) serta ketrampilan praktek ( psikomotorik). ” Ketiga aspek membentuk fondasi agar peserta didik tidak hanya pintar tetapi mampu menerapkan pengetahuan dan pemahaman yang tepat dalam kehidupan nyata, “kata Guru SMA Negeri 1 Maumere ini.
Diakui pula Smandu Maumere yang berlokasi Jln Litbang Maumere menurun dalam banyak hal akhir- akhir ini dibandingkan dengan sekolah-sekolah lain di Kota Maumere. ” Meningkatkan kualitas pendidikan di Smandu Maumere membutuhkan pendekatan holistik melalui pengembangan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi, perbaikan sarana dan penguatan budaya sekolah yang kondusif, “pungkasnya.
Redaksi : Yuven Fernandez













