*PRAY FOR FLORES*
*Fajar Aktual, Sabtu 15 Agustus 2026*
*MAUMERE, Nusa Tenggara Timur* — Berdasarkan hasil konfirmasi dari pihak Pelabuhan Maumere dan petugas meteorologi setempat, wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, Flores diguncang gempa bumi berkekuatan 7.7 SR pada Sabtu, 15 Agustus 2026 sekitar pukul 11.40 WITA.
Getaran berlangsung sekitar 5 menit dan terasa sangat kuat hingga ke rumah warga, sekolah, kantor, serta kawasan pelabuhan. Beberapa menit setelah gempa utama, tercatat beberapa kali gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil.
Dampak kerusakan cukup parah di Kota Maumere. Bangunan altar di Kompleks Ritapiret Maumere dilaporkan runtuh akibat guncangan. Di Ledalero, aula yang telah disiapkan untuk Misa Kaul Kekal 27 Frater SVD pukul 08.30 WITA juga tertindis material dari loteng yang runtuh.
Meski demikian, situasi ini tidak menghentikan acara sakral tersebut. Menurut salah seorang dari Ledalero, para Frater bersama umat langsung membersihkan dan menata kembali tempat. Misa Kaul Kekal tetap dilanjutkan pada pukul 09.30 WITA.
Sementara itu, Pelabuhan Maumere juga mengalami kerusakan berat. Fasilitas dermaga dan bangunan penunjang di area pelabuhan hancur sehingga aktivitas bongkar muat untuk sementara terhenti.
Di Mbay, warga masih bertahan di luar rumah karena khawatir gempa susulan. Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenda darurat, air bersih, makanan, obat-obatan, dan posko kesehatan.
Masyarakat diimbau tetap tenang, menjauhi bangunan retak, dan mengikuti arahan resmi dari BMKG serta BPBD. Pemerintah daerah telah mengerahkan tim ke lapangan, namun diperlukan perhatian serius dari pemerintah pusat untuk segera mengambil sikap dan mempercepat penanganan darurat, termasuk pengerahan bantuan logistik, tim medis, dan pemulihan infrastruktur di titik-titik terdampak di Flores.
Dukungan doa dan bantuan dari seluruh masyarakat Indonesia sangat dibutuhkan untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Flores.
Dan data gempa akan menyusul demikian berita awal.
*Ana Funan*













