Pembangunan Gedung Terapi SLB Bhakti Luhur Maumere Atas Kebaikan Tuhan Melalui Hati Yang Peduli Dengan Orang Disabilitas, Miskin dan Terlantar
Maumere, Sikka. FajarAktual. Com
Kepala SLB Bhakti Luhur Maumere,Kabupaten Sikka Flores NTT Suster Corrie, ALMA mengatakan SLB Bhakti Luhur Maumere adalah sebuah pendidikan Sekolah Luar Biasa untuk anak anak berkebutuhan khusus yang miskin dan terlantar.
Sekolah ini didirikan atas keprihatinan pendiri Prof. Doktor Paulus Yanssen, CM, pendiri ALMA dan Yayasan Bhakti Luhur serta IPI Malang dengan laporan dan sharing para anggota ALMA yg bertugas di Komunitas Wairklau, Nita di tahun 2004 akan banyaknya penyandang disabilitas yang pada tahun 2004 tinggal di Wisma/ panti juga melalui layanan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat/ RBM di beberapa kecamatan Kabupaten Sikka, Maumere.
Gunakan Garasi Mobil dan Bekas Gudang
Suster Corrie kepada FajarAktual.Com Rabu ( 27/5/2026)berkisah memulai sebuah pekerjaan kecil di sebuah ruangan yang sangat sederhana di garasi mobil dan bekas gudang yang sudah tidak layak di bersihkan sehingga digunakan untuk mengumpulkan anak – anak Tuna rungu, tunagrahita sebanyak 11 orang, yang didampingi oleh para suster.
“Anak – anak ini diajarkan membaca, menulis dan berhitung. Lambat laun berkembang jumlah siswa bertambah hingga awal tahun ajaran baru berpindah ke Balai Latihan Kerja ( BLK) yang diperuntukan untuk latihan anak anak putra besar, dipakai untuk anak – anak sekolah yang akhirnya anak – anak SLB yang sekolah di Beru pindah ke Balai Latihan kerja memudahkan layanan, “cerita Suster Corrie.
Berjalannya kelas – kelas awal inilah demikian Suster Corrie akhirnya Sr.Maria Tukinen ALMA memulai mengurus ijin operasional hingga resmi sekolah ini pada Tahun 2007 di beri nama SLB/C Bhakti Luhur Maumere.
Dengan adanya ijin operasional lanjut Suster Corrie dan didukung oleh berbagai pihak baik dari pusat Romo Yanssen,CM, pimpinan dan Dewan ALMA Puteri serta orang orang yang baik hati dan atas kerja keras teman – teman yang bertugas pada waktu itu Sr.Genoveva,ALMA dan Sr. Auflina Baran, ALMA dan kawan-kawan maka mulailah ALMA membangun 12 ruangan untuk SDLB pada Tahun 2008, dan dilanjutkan ruangan untuk SMPLB dengan bantuan dari dermawan sehingga pada tanggal 19 November 2010 bersamaan pemberkatan Kapela ALMA dan sekolah SDLB dan SMPLB oleh Mgr.Kherubim Parera dan 22 imam serta pejabat pemerintah Kabupaten Sikka sebagai syukur atas penyelenggaraan Tuhan memberkati semua ruangan – ruangan ini.
“Perkembangan sekolah ini terus berkembang hingga 3 ruangan kelas untuk SMALB dibantu oleh pemerintah maka lengkaplah sudah sekolah ini ada SDLB, SMPlB, SMALB, semuanya ini terjadi atas penyelenggaraan Tuhan,” tandasnya.
Pada tahun 2024 Suster Corrie, ALMA pindah tugas dari Malang – Jawa Timur ke Maumere dan ditugaskan di SLB Bhakti luhur Maumere.
Dalam perjalanan Suster Corrie melihat begitu banyak potensi yang dimiliki oleh PDBK dan guru – guru yang memiliki ketrampilan baik di kriya kayu, aneka souvenir dan ada banyak bantuan sarana yang kurang difungsikan karena terbatasnya ruangan, seperti mesin jahit, alat musik, dan terbatasnya ruangan untuk terapi 3 M, dan berbagai kebutuhan lainnya ruang olahraga, musik, menjahit dan lainnya.
Oleh karenanya Suster Corrie berusaha untuk memulai menata, lingkungan luar sekolah dan untuk keterbatasan sarana kami minta ijin dari pusat untuk pembangunan berkaitan dengan keterbatasan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
Pada awal tahun 2025 ada beberapa orang tua mulai berdatangan untuk meminta terapi anak anak berkebutuhan khusus baik autis, hyperaktif dan fisioterapi.
“Rasanya kami tidak mampu menerima namun ada satu hal yang disampaikan oleh orang tua bahwa anak anak ini sudah berada di TK/ Paud tetapi disana mereka diarahkan ke SLB bila tidak diterima kami harus kemana lagi,? Kami coba ditempat tetapi masih belum ada perkembangan bahkan ada orang tua yang menangis.Hati siapa yang tidak empati melihat situasi yg sepertinya kami harus bergerak untuk menerima dan menolong mereka, hingga kami memutuskan untuk menerima dan atas kesepakatan orang tua kami memulai terapi di sebagian perpustakaan dan sebagian kami menggunakan gudang.
Memulai terapi dari 6 anak kata Suster Corrie hingga bertambah menjadi 15 anak usia Paud. Situasi ini sungguh mendorong kami untuk berani mulai membangun dari kebaikan hati dermawan namanya ibu Hermawan asal Surabaya selalu menanyakan perkembangan layanan kami akhirnya mulai tahun ajaran baru 2025 misa pembukaan Tahun Ajaran Baru sekaligus pemberkatan peletakan batu Pertama oleh Romo Feliks, Pr dan Pater Dion, Camelian yg dihadiri oleh pengawas sekolah Ibu Muryati dan pak Anjebertus serta orang tua peserta didik.
“Kami amat bersyukur atas kasih Tuhan melalui orang orang yang baik hati yang Tuhan kirim membantu proses pembangunan ini hingga sekarang mencapai 81%. Gedung ini tentu untuk digunakan untuk terapi anak autis, galery dan gedung serba guna yg dapat digunakan untuk kegiatan anak anak, yg selama ini kami amat mengalami kesulitan, sekilas cerita tentang perjalanan SLB Bhakti Luhur dengan segala perjuangan yang tidak mudah untuk kami melalui berbagai usaha yg sudah dan akan kami kerjakan untuk memanusiakan manusia lain sesuai kharisma dan spiritualitas pendiri yaitu tinggal bersama mereka yg disabilitas, serumah, sekamar, semeja makan dan sehati sejiwa untuk semangat melayani mereka dengan kerendahan hati menurut teladan Santa perawan Maria dan pelindung St.Vinsensius, “ungkap Suster Corrie.
Warisan yang ditinggal oleh pendiri yaitu anak anak berkebutuhan khusus, miskin dan terlantar yg terus kami rawat, bina dan didik agar mereka mandiri baik merawat dirinya sendiri maupun mandiri untuk menghidupi keluarganya.
Jumlah peserta didik Peserta Didik Berkebutuhan Khusus Bhakti Luhur Maumere tahun 2026 ada 203 anak dan terapi Autis sebanyak 21 anak.
Pada akhir wawancara Suster Corrie mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yesus dan Bunda Maria, Romo Yanssen dan para dermawan dan semua yang terlibat yang selalu menaruh hati dengan membagikan hasil jerih payahnya untuk pembangunan gedung ini.
“Kami bersama anak anak terus berdoa untuk mereka selalu sehat dan segala usaha mereka diberkati Tuhan, ” pungkasnya.
Redaksi : Yuven Fernandez













