OPERASI SAR HARI KETUJUH, PENCARIAN KORBAN KM FERONIA DIPERPANJANG TIGA HARI
Labuan Bajo, Flores, FajarAktual. Com
Tim SAR Gabungan memperpanjang pelaksanaan Operasi SAR kecelakaan kapal tenggelam KM Feronia di Perairan Pulau Tatawa, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, selama tiga hari ke depan. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan operasi hari ketujuh (H.7), setelah satu orang korban masih belum ditemukan.
KM Feronia merupakan kapal tradisional pengangkut penumpang dengan tonase GT 51 yang bertolak dari Pelabuhan Marina menuju Dermaga Pulau Rinca pada 13 Oktober 2026.
Berdasarkan informasi kejadian, sekitar pukul 14.30 WITA kapal melintasi pusaran arus, mengalami kemiringan, kemudian terbalik dan tenggelam.
Kapal tersebut mengangkut 30 orang (person on board/POB), terdiri atas 5 anak buah kapal (ABK) dan 25 penumpang. Sebanyak 29 orang berhasil ditemukan selamat, sementara satu orang korban atas nama Veronica Beatrix Jessica, berusia 23 tahun, masih dalam pencarian.
Selama tujuh hari pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan telah mengerahkan berbagai unsur, personel, alat utama (alut), dan peralatan SAR (palsar) untuk memaksimalkan upaya pencarian. Operasi dilakukan melalui penyisiran di permukaan laut, penyelaman, serta penggunaan teknologi sonar untuk mendeteksi keberadaan bangkai kapal dan tanda-tanda lain yang berkaitan dengan kecelakaan tersebut.
Dalam perkembangan pencarian, Tim SAR Gabungan menemukan sejumlah tanda yang menjadi perhatian, di antaranya pelampung, tangki selam (dive tank), EPIRB (Emergency Position-Indicating Radio Beacon), serta tumpahan minyak di sekitar Perairan Batu Bolong, Labuan Bajo. Temuan tersebut menjadi salah satu fokus dalam menentukan upaya pencarian lanjutan.
Pencarian juga didukung penggunaan Multi Beam Sonar milik Distrik Navigasi Kupang oleh kapal Open Deck Kamilia, serta pemindaian menggunakan peralatan sonar oleh KRI Satran Pulau Fani-731. Selain itu, peralatan pendukung lainnya, termasuk Remotely Operated Vehicle (ROV), turut menjadi bagian dari dukungan teknologi dalam operasi pencarian.
Pelaksanaan Operasi SAR menghadapi sejumlah kendala di lapangan, di antaranya arus bawah laut yang sangat kuat, keterbatasan jarak pandang saat penyelaman, serta arus permukaan yang cukup deras. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi personel dalam melaksanakan pencarian, terutama pada area yang membutuhkan penyelaman dan pemeriksaan bawah laut.
“Selama rangkaian pelaksanaan Operasi SAR, Tim SAR Gabungan menghadapi beberapa rintangan, di antaranya arus bawah air yang sangat kuat, jarak pandang di bawah air yang terbatas, serta arus permukaan di sekitar lokasi pencarian yang cukup deras. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat Tim SAR Gabungan untuk terus melakukan upaya pencarian,” ungkap Fathur Rahman, Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC).
Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan Operasi SAR H.7, Tim SAR Gabungan menyepakati perpanjangan operasi selama tiga hari ke depan. Dengan keputusan tersebut, pencarian akan dilanjutkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi SAR yang tersedia dan menindaklanjuti hasil temuan selama pelaksanaan operasi sebelumnya.
Selama masa perpanjangan, Tim SAR Gabungan akan melanjutkan koordinasi antarpersonel dan instansi terkait, mengevaluasi area pencarian, serta mengoptimalkan penggunaan sarana dan peralatan sesuai kondisi di lapangan. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas dalam setiap tahapan pelaksanaan operasi.
Redaksi : Yuven Fernandez













