*Selendang dan Ti’i Langga: Pelantikan PERISAI Tampilkan Identitas Budaya NTT*
Fajar Aktual 5 Juni 2026
Momentum pelantikan pengurus Persatuan Kristiani Rakyat Indonesia (PERISAI) berlangsung khidmat dengan sentuhan budaya yang kuat. Sebagai organisasi sayap Partai Rakyat Indonesia (PRI), PERISAI memilih mengawali kepengurusan baru dengan menampilkan kekayaan adat Nusantara, khususnya dari Nusa Tenggara Timur.
Suasana berbeda langsung terasa sejak awal prosesi. Para pengurus pusat yang dilantik kompak mengenakan selendang khas NTT. Selendang tenun tersebut bukan sekadar pelengkap busana, tetapi simbol penghormatan terhadap akar budaya dan semangat kebersamaan yang ingin diusung PERISAI ke depan.
Sorotan utama jatuh pada Ketua DPD PRI NTT yang sekaligus menjabat sebagai pembina PERISAI. Ia tampil mengenakan Ti’i Langga, topi adat kebesaran khas Kabupaten Rote Ndao. Kehadiran Ti’i Langga di podium pelantikan memberi makna tersendiri. Topi yang biasanya dikenakan para bangsawan Rote itu merepresentasikan wibawa, tanggung jawab, dan kearifan lokal.
Ketua Umum PERISAI dalam sambutannya menekankan bahwa pelantikan ini tidak hanya seremoni administratif. Menurutnya, penggunaan atribut adat adalah bentuk komitmen organisasi untuk hadir lebih membumi dan dekat dengan masyarakat. Budaya dianggap sebagai jembatan untuk memperkuat persatuan antarumat dan antarwilayah.
Sekretaris Jenderal dan Wakil Sekretaris Jenderal PERISAI yang turut mengenakan selendang senada menambahkan bahwa identitas budaya harus menjadi bagian dari gerak organisasi. “Kami ingin PERISAI tumbuh sebagai rumah bersama yang menghargai perbedaan, sekaligus merawat nilai-nilai luhur daerah,” ujarnya.
Pelantikan ini sekaligus menjadi penanda dimulainya kerja-kerja PERISAI di berbagai daerah. Dengan semangat yang dibalut nuansa adat, pengurus berharap organisasi dapat menjalankan peran sosial, pendidikan, dan pemberdayaan umat secara lebih inklusif.
Kehadiran unsur budaya NTT pada acara nasional PERISAI juga mendapat apresiasi dari para undangan. Banyak yang menilai langkah ini tepat untuk menunjukkan bahwa semangat kebangsaan dan keberagaman bisa berjalan beriringan.
Ana Funan













