*Kepemimpinan Kapolres TTU Diuji: Tajam ke Bawah, Tumpul ke Ormas Bupati?*
_Fajar Aktual | 29 Mei 2026_
Kefamenanu – Gerak cepat Polres Timor Tengah Utara meredam potensi konflik horizontal pasca penganiayaan di Insana Fafinesu patut diapresiasi. Jajaran AKBP Eliana Papote terbukti tangkas merangkul tokoh agama, termasuk Romo Dekan, untuk memadamkan bara dan memutus rantai provokasi di media sosial. Itu wajah profesional Polri yang dibutuhkan publik.
Tapi profesionalisme tidak boleh berhenti di Fafinesu. Keberhasilan meredam satu riak jangan jadi tameng untuk memejamkan mata terhadap persoalan hukum lain yang justru menggerogoti sendi tata kelola di TTU.
Sorotan kini mengarah ke Kecamatan Biboki Selatan. Aktivis secara terbuka mempertanyakan taji Polres TTU terhadap dugaan premanisme dan pemerasan yang dilakukan pengurus Ormas Beta Timor. Isu ini bukan perkara kriminal biasa. Ia menyeret nama orang nomor satu di daerah ini. Ormas tersebut disebut didirikan dan dimiliki Bupati TTU.
Ketika ormas yang membawa nama penguasa mulai menarik setoran, dampaknya meluas. Kepala Desa, Camat, hingga Kepala Puskesmas tidak lagi fokus melayani rakyat. Mereka sibuk memutar otak memenuhi tuntutan oknum pengurus ormas. Anggaran disunat, dana fasilitas umum dipotong, bantuan sosial dikurangi, operasional puskesmas dan kebutuhan sekolah dikorbankan. Pembangunan terbengkalai.
Lebih berbahaya, birokrasi tingkat bawah kini hidup dalam ketakutan. Bayang-bayang mutasi, pencopotan jabatan, dan penjegalan promosi bagi pejabat Plt dan Plh menghantui siapa saja yang berani menolak. Lingkungan kerja jadi toksik dan intimidatif. Melapor saja ciut nyali, apalagi melawan.
Jika dibiarkan, ini preseden buruk. Citra pemerintah hancur, kepercayaan masyarakat terhadap hukum runtuh. Padahal pengancaman dan pemerasan adalah delik pidana murni. Hukum tidak mengenal pengecualian karena kedekatan politik atau kepemilikan ormas. Asas _equality before the law_ harus ditegakkan setegak-tegaknya.
“Ibu Kapolres TTU kini memegang kendali penuh atas kompas keadilan di wilayah ini. Publik akan terus mengawal agar Korps Bhayangkara di TTU tidak tebang pilih. Tajam ke bawah, tumpul ke lingkar kekuasaan adalah racun bagi rasa keadilan,” tegas Victor Manbait kepada media, Jumat pagi (29/5).
Polres TTU di bawah AKBP Eliana Papote kini ditantang membuktikan bahwa hukum di tanah Biinmaffo tetap menjadi panglima, bukan pelayan kepentingan elit.
“Kita tunggu tindakan tegas dan terukur selanjutnya terkait kasus dugaan pemerasan ormas bentukan Bupati di Kecamatan Biboki Selatan,” pungkas Viktor.
Ana Funan













