Diskusi *Pemantapan Kerja Panitia:* Diskusi Publik “Kemiskinan Ekstrim di NTT”
Fajar Aktual
Dalam diskusi terbatas, panitia membahas beberapa hal teknis demi memantapkan kerja panitia melalui pembahas tupoksi tugas-tugas dan tanggung jawab masing-masing anggota panitia. Panitia akan dibagi menjadi beberapa tim, seperti:

1. *Tim acara*: Bertanggung jawab atas pelaksanaan diskusi, termasuk pengaturan tempat, konsumsi, dan lain-lain.
2. *Tim narasumber*: Bertanggung jawab atas pemilihan dan koordinasi dengan narasumber.
3. *Tim promosi dan publikasi*: Bertanggung jawab atas promosi dan publikasi diskusi.
4. *Tim keuangan*: Bertanggung jawab atas pengelolaan anggaran dan sumber dana.
*Pembuatan Proposal Diskusi:*
Setelah diskusi terbatas, panitia akan membuat proposal diskusi yang akan digunakan sebagai acuan pelaksanaan diskusi. Proposal diskusi akan mencakup:
1. *Latar belakang*: Latar belakang dan tujuan diskusi.
2. *Tema dan narasumber*: Tema diskusi dan narasumber yang akan diundang.
3. *Format diskusi*: Format diskusi, termasuk waktu, tempat, dan tata cara pelaksanaan diskusi.
4. *Anggaran dan sumber dana*: Anggaran dan sumber dana untuk pelaksanaan diskusi.
5. *Promosi dan publikasi*: Strategi promosi dan publikasi diskusi.
Dengan demikian, panitia dapat memantapkan kerja dan membuat proposal diskusi yang baik untuk pelaksanaan diskusi publik “Kemiskinan Ekstrem di NTT”.
Dalam kesempatan tersebut tersebut, Andre Goru, ketua Yayasan Media Flores Perduli mengatakan bahwa kemiskinan ekstrim di NTT sudah sampai kondisi kritis sehingga perlu ada upaya nyata dalam mengetaskan kemiskinan.
Yulius Tuga, ketua panitia pelaksana diskusi publik mengatakan bahwa semua pihak memiliki tanggung jawab moril disertai aksi nyata guna mengetaskan kemiskinan yang sangat sangat mencekik masyarakat NTT.
Salah seorang anggota panitia pelaksana, Anselmus Koke yang sangat lama berkecimpung di dunia LSM yang bergerak dibidang pendampingan dan pengembangan masyarakat mengatakan bahwa salah satu komponen utama penyebab kemiskinan adalah rendahnya SDM di NTT .
Maka pendidikan harus mendapatkan perhatian yang serius
Reporter Yohanes Tafaib













