Suasana Khidmat Warnai Yudisium dan Pengukuhan Guru Katolik Profesional Batch 3 Di Tapal Batas NKRI -Timor Leste
Kefamenanu, TTU NTT Fajaraktual.com
Suasana khidmat dan penuh harapan menyelimuti Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), hari ini, Sabtu,6 Desember 2025.
Sebanyak 131 Guru Agama Katolik di lingkungan Kantor Kemenag TTU, mengikuti acara yudisium dan pengukuhan yang dilaksanakan secara daring.
Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan agama Katolik di wilayah perbatasan Indonesia.

Para guru yang berdedikasi ini dikukuhkan secara daring langsung dari Sekolah Tinggi Katolik (STK) St. Yakobus Merauke, sebuah bukti adaptasi terhadap kemajuan teknologi dalam dunia pendidikan.
Dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual, Direktur Pendidikan Katolik Kementerian Agama RI Dr. Salman Habeahan, S.Ag., M.M menggarisbawahi peran strategis para guru. Bagi para guru sebagai Mahasiswa peserta PPG lanjutnya ia mengucapkan selamat atas kelulusan mengikuti pendidikan selama kurang lebih satu setengah bulan.

“Keikutsertaan Bapak Ibu merupakan pertanda kecintaan terhadap tugas dan tanggungjawab sebagai pendidik guru agama Katolik.Dan keseriusan ibu bapak guru untuk mengikuti program PPG ini merupakan pertanda bagian yang amat penting untuk terus mengembangkan potensi sebagai guru agama Katolik. Yudisium dan pengukuhan ini bukan sekadar penambahan jumlah tenaga pendidik, melainkan investasi penting dalam pembangunan karakter dan moral bangsa. Para guru adalah agen perubahan yang membawa terang iman dan ilmu pengetahuan,” tegas Direktur Pendidikan Katolik.
Ia juga menambahkan harapan agar para guru senantiasa inovatif dan adaptif dalam menghadapi tantangan pendidikan modern.
Mewakili Kepala Kantor Kemenag TTU, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Yosep Kainio, S.Ag, mengawali sambutannya dengan dua pantun.”Berlayar perahu menuju dermaga,angin sepoi menambah sejuk basah,hari ini kita berkumpul bersama , mengukuhkan guru penuh dedikasi Bangsa.Ke taman bunga memetik melati,harumnya semerbak menyenangkan hati, selamat guru PPG yang dikukuhkan hari ini,semoga amanah dijalankan sepenuh hati.

Lebih lanjut Yosef mengatakanhari ini saya melihat ada wajah -wajah yang penuh senyuman pertanda ada kebahagiaan.Tentunya dalam perjuangan menempuh profesi ini ada tantangan tapi sudah melewati semuanya sehingga hari ini bisa dikukuhkan dan dinyatakan sebagai guru profesional.
Oleh karena itu saya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi.
“Peran guru agama sangat vital dalam membentuk generasi muda yang berintegritas dan berakhlak mulia. Dengan pengukuhan ini, kami berharap semangat pengabdian para guru semakin membara, membawa dampak positif bagi komunitas sekolah dan masyarakat TTU secara luas,” ujar Yosep Kainio.
Beliau juga menekankan komitmen Kemenag TTU untuk terus mendukung pengembangan profesionalisme guru.
Salah satu peserta Yudisium yang turut dikukuhkan Thomas Nesi,S.Ag berbagi pesan dan kesannya.
“Hari ini menjadi momen yang sangat berharga dan membanggakan. Yudisium dan pengukuhan sebagai guru profesional di LPTK St.Yakobus Merauke bukan hanya sebuah seremoni, tetapi tanda pengakuan atas perjalanan panjang dalam belajar, berlatih, dan membangun kompetensi sebagai pendidik. Momen ini menegaskan komitmen untuk mengabdikan diri pada dunia pendidikan”, ungkap Thomas.
Lanjutnya :”Saya berharap pengukuhan ini menjadi titik awal untuk pelayanan pendidikan yang lebih berkualitas. Semoga kami mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna, berbelas kasih, dan memberdayakan siswa. Saya juga berharap dapat menjadi bagian dari perubahan positif di sekolah dan masyarakat, serta terus menjaga integritas dan profesionalisme sebagai seorang guru. Semoga Tuhan selalu memberi hikmat dan kekuatan dalam setiap langkah pengabdian kami”
Sius Lopes, Kaperwil NTT













