*Haru dan Inspiratif! Kisah Hidup Sederhana Rm. Aloysius Kosat Pr di Balik 40 Tahun Imamat!*
Fajar Aktual, Noemuti/Maubam, 19 Oktober 2026
NOEMUTI/MAUBAM – Sukacita iman yang luar biasa menyelimuti Noemuti. Syukuran Pancawindu 40 Tahun Imamat Sang Yubilaris Rm. Aloysius Kosat, Pr pada tanggal 19 Oktober 2026 berlangsung penuh khidmat, meriah dan banjir umat.
Perayaan syukur yang dihadiri oleh para tamu undangan dari berbagai paroki dalam wilayah Keuskupan Atambua dan Keuskupan Agung Kupang ini dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Atambua Mgr. Dominikus Saku, Pr bersama para Imam, para biarawan dan biarawati dari berbagai kongregasi.
Yang hadir dalam kesempatan itu Bupati Malaka bersama rombongan dan Wakil Bupati TTU bersama rombongan, bersama para tamu undangan lainnya. Liturgi semakin meriah dengan lagu-lagu yang disponsori oleh umat Paroki St. Paulus Maubam dan diiringi oleh para penari cilik dan penari Likurai dari umat Paroki Seon, tempat dimana sang Yubilaris saat ini bertugas. Panas terik matahari tak menyurutkan semangat umat.
Setelah Perayaan Ekaristi, dilanjutkan dengan rangkaian acara sambutan yang diawali dengan sambutan mewakili Gubernur Nusa Tenggara Timur oleh pejabat Kabid Arsip dan Perpustakaan Provinsi, kemudian sambutan mewakili keluarga oleh Ketua Panitia, sambutan dari Uskup Keuskupan Atambua, dan sambutan penuh haru dari Sang Yubilaris sendiri.
Dalam sambutan-sambutan tersebut, lebih fokus pada motto syukuran yang menjadi jiwa pelayanan: “Aku Datang Untuk Melayani, Bukan Untuk Dilayani”. Sambutan dari Gubernur NTT juga menegaskan motto tersebut: “Aku Datang Bukan Untuk Dilayani Namun Untuk Melayani”.
Yang paling menyentuh adalah sambutan dari Sang Yubilaris. Dengan suara bergetar penuh syukur, Rm. Aloysius Kosat, Pr mengenang asal-usulnya. Ia berasal dari keluarga sederhana, orang tua tidak sekolah, namun kami telah dididik bekerja keras. Didikan keras itu membentuknya: agar tidak mengambil hak orang lain, harus disiplin, harus jujur. Namun di tengah keterbatasan dan kesederhanaan itulah panggilan itu tumbuh subur.
Dalam sambutannya, Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku, Pr mengatakan bahwa Rm. Alo Kosat, Pr akan berpancawindu di kampung halamannya: Manikin (Usapi Ba Anfaun). Uskup Dominikus juga meminta kepada seluruh tamu undangan untuk mari peduli, bahwa sesungguhnya perjalanan seorang Imam Tuhan sebagai pewarta Firman dan pelita bagi banyak orang harus terus dirawat bersama.
Setelah acara sambutan, dilanjutkan dengan acara makan bersama yakni tradisi khas orang Noemuti ‘FOLE MAKO’ sebagai ungkapan syukur dan kebersamaan.
40 tahun bukan sekadar angka, tetapi kisah kesetiaan anak desa dari keluarga sederhana yang setia melayani hingga hari ini.
(@anafunan)













